Kapuspen TNI Pastikan Tidak Ada Perintah Represif dan Intimidasi ke Kampus
Kamis, 24 Apr 2025, 13:52 WIBJAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa pihaknya tidak ada perintah kepada prajurit untuk bertindak represif dan mengintimidasi pada pihak kampus, termasuk mahasiswa.
âTidak ada perintah, saya ulangi, tidak ada perintah kita untuk represif, tidak ada perintah kita untuk mengintimidasi, apalagi mencampuri urusan internal kampus,â ucap Kristomei saat ditemui di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (24/4).
Menurut dia, isu negatif mengenai TNI masuk kampus merupakan masalah yang dibesar-besarkan, sebab TNI tidak memiliki permasalahan dengan mahasiswa maupun pihak kampus.
Ia menyebut kerja sama antara TNI dan kampus telah terjalin sejak lama. Contohnya, kata Kristomei, prajurit TNI dilatih di Institut Pertanian Bogor dalam rangka bekal untuk kompi pertanian.
Selain itu, TNI juga menggandeng civitas academica kampus untuk pengembangan teknologi pertahanan, seperti radar, drone, hingga senjata.
âTerus masalahnya dimana? Kemudian, kami juga diminta, ingat, ya, kami diminta untuk melatih bela negara, wawasan kebangsaan. Yang meminta siapa? Kampus. TNI tidak ujug-ujug masuk ke sana, kenapa tiba-tiba sekarang dinarasikan seolah-olah TNI dan mahasiswa berhadapan, bermusuhan, kenapa?,â katanya.
Kristomei mengajak masyarakat, utamanya mahasiswa, untuk mengkritisi ihwal penyebaran narasi TNI masuk kampus yang dinilai negatif tersebut.
âApakah ini ada unsur mendeligimitasi pemerintah, merongrong pemerintah, dengan cara membenturkan TNI dengan mahasiswanya,â ujar Kapuspen.
Dia pun mengingatkan bahwa sistem pertahanan Indonesia ialah pertahan rakyat semesta. Apabila TNI jauh dengan rakyat, sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) tidak dapat berjalan.
Ia menduga, narasi itu bertujuan melemahkan sistem pertahanan negara. Ia pun menilai bahwa narasi tersebut diluruskan. âItu yang harus kita sadari bersama. Karena itu, kami mengajak kepada teman-teman mahasiswa, teman-teman kampus, kita menggunakan nalar logis,â ujarnya.
Kapuspen menjelaskan alasan kehadiran bintara pembina desa (babinsa) di kegiatan salah satu kampus belakangan ini. Menurut dia, kehadiran babinsa bukan untuk memata-matai atau mengintimidasi kampus, melainkan memonitor wilayah.
Dijelaskannya, tugas monitor babinsa tersebut penting sebagai persiapan kantong-kantong perlawanan apabila terjadi perang gerilya maupun perang berlarut.
âDia mendata berapa perempuannya, laki-lakinya, di mana ada bengkel yang bisa dijadikan tempat perbaikan senjata, dimana ada ahli yang memang ahli mesiu. Seorang babinsa harus bisa menguasai itu, dia memonitoring wilayah, sehingga apabila terjadi perang tidak aneh lagi dan masyarakat sudah kenal, âIni, lo, babinsanya,â kata dia.
- Kapuspen TNI
- Intimidasi ke kampus
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Wah, Ribuan Warga Tetap Antusias hingga Sore Ikuti Upacara Penurunan Bendera di Grahadi
-
Perkuat Hubungan Indonesia-AS, Kapuspen TNI Terima Kunjungan Atase Pers Kedubes AS
-
Pemkab Solok Menggandeng “Influencer” untuk Mempromosikan Potensi Kabupaten Solok
-
Pemkot Pekanbaru lanjutkan program Cinta Al Quran usai Ramadhan
-
Wali Kota Jakpus: Perlu Evaluasi Sistem Mitigasi Kebakaran di Pasar Poncol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.