Indonesia-Tiongkok Bentuk Dialog Strategis Keamanan

Rabu, 23 Apr 2025, 01:01 WIB

Beijing - Pemerintah Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk membentuk mekanisme dialog strategis komprehensif termasuk dengan memasukkan kerja sama bidang keamanan.

"Kami sepakat untuk memperluas dialog kerja sama keamanan dan membangun hubungan keamanan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dalam latar belakang ini, kerja sama keamanan menjadi salah satu dari lima pilar utama," kata Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Wisma Negara Diaoyutai dalam konferensi pers di Beijing pada Senin (21/4).

Ket. Foto: WANG YI Menteri Luar Negeri Tiongkok - Kami sepakat untuk memperluas dialog kerja sama keamanan dan membangun hubungan keamanan yang komprehensif dan berkelanjutan. — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, konferensi pers itu dilakukan bersama dengan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun, Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin seusai keempatnya menghadiri 2+2 Pertemuan Tingkat Menteri Pertama.

"Ini adalah mekanisme 2+2 tingkat menteri pertama yang dimiliki oleh Tiongkok dengan negara lain di dunia, sekaligus menandai terbentuknya kepercayaan politik dan kerja sama keamanan antara dua negara berkembang besar dan yang ekonominya sedang bangkit," tambah Menlu Wang Yi.

Wang berkata kedua belah pihak harus memperkuat kerja sama dalam menjalin kolaborasi berkualitas tinggi, menjunjung tinggi perdagangan bebas, mengembangkan industri yang sedang berkembang (emerging), serta memperluas kemitraan yang berfokus pada penghidupan.

Selain itu Tiongkok dan Indonesia sepakat untuk menyelaraskan strategi Pembangunan Indonesia Emas 2045 dan juga inisiatif pembangunan Tiongkok dan akan mempererat kerja sama di bidang industri baru.

"Kami juga akan mengoptimalkan keunggulan saling melengkapi sumber daya dan peningkatan kapasitas, serta mengimplementasikan kerja sama bidang mineral penting maupun pembangunan hijau," tambah Menlu Wang Yi.

Kemudian kedua negara juga sepakat membentuk mekanisme kerja sama militer dan pengendalian senjata antara Tiongkok dan Indonesia.

"Kami juga akan meningkatkan kerja sama di bidang penegakan hukum dan keamanan, bersama-sama memerangi kejahatan lintas negara seperti penipuan daring lintas batas, serta memperkuat kerja sama keamanan siber," katanya.

Terkait upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan, keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama termasuk melalui memperkuat koordinasi antara "Tiongkok Coast Guard" dan Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Saling Menghormati

Sementara Menlu Sugiono mengatakan dalam pembicaraan itu, Indonesia menekankan tiga poin utama kebijakan luar negeri yaitu komitmen untuk saling menghormati urusan dalam negeri, menolak campur tangan asing, dan menjunjung prinsip non-intervensi.

"Kami menegaskan kembali komitmen kami dalam kerja sama politik dan keamanan.
Kami akan bekerja sama secara erat dalam kerangka BRICS, G20 maupun PBB untuk mendorong kerja sama global multilateral," kata Sugiono.

Sedangkan Menteri Pertahanan Tiongkok Dong Jun mengungkapkan kerja sama pertahanan Tiongkok-Indonesia telah memiliki dasar yang kuat dan perkembangan yang baik.

"Ke depan, kami akan memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk komunikasi strategis, pertukaran militer, teknologi pertahanan, dan keamanan maritim," kata Dong Jun.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.