Rami Malek dan Jalan yang Tak Diambil Menuju Galaksi yang Jauh
Minggu, 20 Apr 2025, 16:00 WIBMeskipun Rami Malek mencapai ketenaran besar berkat perannya sebagai Elliot Alderson dalam serial Mr. Robot (2015), kisah kariernya menyimpan cerita menarik.Â
Salah satunya yang nyaris membawa Malek masuk ke semesta Star Wars adalah peluang untuk memerankan Han Solo muda dalam Solo: A Star Wars Story.
Pada awal tahun 2016, saat The Force Awakens baru saja meroket sebagai film terlaris sepanjang masa di AS, Disney dan Lucasfilm mulai mengembangkan spin-off prekuel yang akan berfokus pada masa muda Han Solo. Hampir semua aktor pria muda berbakat di Hollywood menjadi bahan pertimbangan, dan Malek termasuk dalam daftar awal kandidat. Ini terjadi tepat setelah Mr. Robot mulai mencuri perhatian dunia momen emas bagi Malek untuk melompat ke layar lebar sebagai bintang blockbuster.
Namun, pada akhirnya Alden Ehrenreich yang dipilih, mengalahkan nama-nama lain seperti Jack Reynor, Taron Egerton, Miles Teller, dan Ansel Elgort. Nama Malek, meskipun dia sempat audisi, tidak pernah benar-benar masuk ke tahap akhir. Jadwal syuting yang padat untuk Mr. Robot kemungkinan besar menjadi faktor penentu. Terlepas dari itu, keputusan ini ternyata menjadi berkah terselubung.
Bayangkan jika Malek benar-benar memerankan Han Solo. Ia akan menghadapi tekanan luar biasa untuk mengisi sepatu besar Harrison Ford, dan harus melewati proses produksi Solo yang terkenal kacau, termasuk pergantian sutradara dan jadwal yang diperpanjang. Semua ini bisa saja mengganggu produksi Mr. Robot, atau lebih buruk, membebani karier Malek sebelum sempat mencapai puncaknya.
Sebaliknya, karena tidak terikat dengan proyek Star Wars, jadwal Malek terbuka di tahun 2017Â tepat ketika produksi Bohemian Rhapsody dimulai. Meskipun film biografi Freddie Mercury ini juga penuh tantangan (termasuk pergantian sutradara), ia justru menjadi fenomena box office dan memenangi Oscar untuk Aktor Terbaik bagi Malek. Kesempatan yang mungkin takkan pernah datang jika ia memilih jalan galaksi.
Sementara Solo gagal secara komersial dan membuat Disney rugi besar, Malek justru menjauh dari genre blockbuster. Setelah kesuksesan Oscar-nya, ia hanya sesekali muncul dalam film besar seperti sebagai penjahat di No Time to Die. Selebihnya, ia memilih proyek-proyek yang lebih intim dan berkarakter, seperti The Little Things, Amsterdam, dan The Amateur.
Dengan pendekatan ini, Malek berhasil mempertahankan kredibilitas artistik dan identitas uniknya, tanpa kehilangan relevansi. Alih-alih menjadi bagian dari kisah luar angkasa yang tak pernah berakhir, ia menulis jalannya sendiri lebih sunyi, tapi jauh lebih otentik.
Kadang, kesempatan yang tak terjadi bisa menjadi berkah tersembunyi. Dan bagi Rami Malek, tidak menjadi Han Solo mungkin adalah keputusan terbaik dalam kariernya.
- star wars
- Rami Malek
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Aktor Superman David Corenswet Ingin Menjadi Ksatria Jedi dalam Star Wars
-
Kritik Gaya Disney, Legenda Hidup Mark Hamill Ungkap Aturan Klasik 'Star Wars': Tidak Membunuh Karakter Utama
-
Jagat Star Wars, Pedang Lightsaber Darth Vader Terjual Lebih dari $3,6 Juta
-
Setiap Kilometer yang Ditempuh Pelanggan Berkontribusi Jadi Bantuan Pendidikan
-
Spin-off Star Wars 'The Hunt for Ben Solo' Ditolak Disney
-
Pemkab Banyuwangi Lakukan Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan
-
Menko Perekonomian Laporkan Perkembangan IEU-CEPA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.