Pemprov Maluku Gerakkan Pertanian Kering, Tanam Padi Gogo di Seram Barat
Minggu, 20 Apr 2025, 10:10 WIBAMBON - Padi gogo memiliki peran penting dalam sistem pertanian, terutama di daerah dataran tinggi atau lahan non-irigasi meskipun produktivitasnya lebih rendah dibanding padi sawah. Produksi padi gogo secara nasional sekitar 2â4 ton gabah kering panen (GKP) per hektar, sedangkan padi sawah mencapai 5â8 ton GKP per hektar.
Padi gogo penting untuk ketahanan pangan lokal, terutama di wilayah terpencil yang sulit akses ke beras dari sawah. Selain itu, padi tersebut bisa ditanam tumpangsari dengan tanaman lain seperti jagung, kacang-kacangan, atau ubi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menanam padi gogo seluas 12 hektare di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebagai upaya ketahanan pangan masyarakat di daerah itu.
âPenanaman ini sekaligus kami lakukan dengan memanen jagung hibrida. Ini menjadi salah satu momen sukacita bagi saya sejak dilantik Presiden,â kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Sabtu (20/4).
Kegiatan itu dilakukan bersama Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Maluku dan kelompok tani hatusua maju di Desa Hatusua, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Padi gogo dipilih untuk ditanam lantaran sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Pasalnya jenis padi ini adalah jenis padi yang dapat ditanam di lahan kering, berbeda dengan padi sawah yang ditanam di sawah yang memerlukan air tergenang.
Padi gogo juga dikenal sebagai padi tegalan atau padi ladang, karena sering ditanam di lahan kering atau lahan yang tidak tergenang air.
"Fokus Pemerintah Indonesia yakni ketahanan pangan, kita memberikan apresiasi kepada kelompok tani, yang memanfaatkan lahan menjadi lebih produktif," ujarnya.
Menurutnya, gerakan serupa harus terus digalakkan bersama kelompok tani lainnya di Maluku agar dapat mewujudkan cita-cita bersama menjadi Maluku yang mandiri dari segi ketahanan pangan.
âGerakan seperti ini, perlu didorong dan diberikan asistensi oleh pemerintah. Kita harus memastikan rakyat tidak boleh lapar, agar pangan cukup bagi anak-anak kita," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi semua pihak yang telah membantu dan mendukung program ketahanan pangan berdasarkan Astacita dan Saptacita yang digagas Presiden Prabowo dan dirinya.
Dengan kehadirannya pada kegiatan ini, Lewerissa berharap bisa memberikan inspirasi dan dorongan moral bagi para kelompok tani, maupun semua pihak yang terlibat.
Pada kesempata tersebut juga turut diserahkan sejumlah bantuan, di antaranya bantuan benih jagung, padi gogo, pestisida dan herbisida, serta alat tanam jagung dorong, kepada kelompok tani hatusua maju.
âBantuan ini kami berikan sebagai kepedulian kami agar petani disini dapat lebih produktif,â ucap dia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tusip di Pandeglang Mulai Panen, Pekebun Senang Dapat Tambahan Penghasilan
-
BPBD Muara Enim Terus Memadamkan Kebakaran Lahan 6 Hektare di Sungai Rotan, Muara Enim
-
Peduli Perekonomian Masyarakat, Satgas Yonif 715/Mtl Borong Hasil Bumi Mama Papua
-
Ini yang Ditargetkan Pemprov DKI Soal Kelanjutan Normalisasi Ciliwung
-
Toko Mama Khas Banjar Dibuka Kembali oleh Menteri UMKM
-
Sosialisasi Penggunaan Sistem Coretax pada DPP Partai Gerindra
-
Erha Usung Era Baru dalam Perawatan Kulit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.