Putin Umumkan Gencatan Senjata Sepihak dalam Konflik Ukraina, Zelensky: Masih Ada Serangan Drone

Sabtu, 19 Apr 2025, 22:51 WIB

MOSKOW - Presiden Vladimir Putin pada hari Sabtu (19/4) mengumumkan gencatan senjata Paskah sepihak dalam perang Russia di Ukraina. Segera setelah itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan  bahwa unit pertahanan udara Ukraina sedang melawan serangan pesawat tak berawak Rusia, dan menambahkan hal itu menunjukkan sikap Moskow yang sebenarnya terhadap Paskah dan kehidupan rakyat.

"Hari ini mulai pukul 18:00 (15:00 GMT) hingga tengah malam Minggu (21:00 GMT Minggu), pihak Rusia mengumumkan gencatan senjata Paskah," kata Putin dalam komentar yang disiarkan televisi pada hari Sabtu saat berbicara dengan kepala staf Rusia Valery Gerasimov.

Ket. Foto: Pelayat berkumpul selama upacara perpisahan bagi para korban di kota Sumy, Sabtu (19/4). Ukraina mengatakan unit pertahanan udara merek sedang melawan serangan pesawat tak berawak Russia, sesaat setelah pengumuman gencatan senjata Moskow. — Sumber: Istimewa

Putin mengatakan ia berasumsi Ukraina akan mengikuti contoh Rusia dan mengatakan tindakan Kyiv selama gencatan senjata akan menunjukkan kesiapannya untuk penyelesaian damai.

Namun presiden Rusia juga memerintahkan Gerasimov untuk menyiapkan pasukan guna mengusir pelanggaran gencatan senjata oleh Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengunggah di Telegram: “Rezim gencatan senjata diperkenalkan untuk tujuan kemanusiaan dan akan dipatuhi oleh Kelompok Pasukan Gabungan Rusia [Pasukan], dengan syarat rezim Kyiv juga mematuhinya.”

Bulan lalu, Putin setuju untuk menghentikan serangan terhadap target infrastruktur energi di Ukraina selama 30 hari setelah panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Akan tetapi, kedua belah pihak telah menceritakan sejumlah kejadian di mana serangan terus berlanjut.

Putin tidak menyetujui usulan gencatan senjata 30 hari yang lebih luas yang didukung AS, yang menurut Ukraina siap dilaksanakan.

Menurut laporan media Rusia, pada hari Sabtu Putin menuduh Ukraina melanggar gencatan senjata dengan menyerang infrastruktur energi lebih dari 100 kali tetapi menyoroti bahwa situasi di garis depan sejauh ini menguntungkan Rusia.

Ia juga mengatakan bahwa Moskow “selalu siap untuk berunding” dan menyambut baik upaya AS, Tiongkok, dan negara-negara lain untuk memastikan penyelesaian yang adil terkait Ukraina.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.