Dishub Bali Targetkan Keterisian 70 Persen Trans Metro Dewata Saat Beroperasi Kembali

Jumat, 18 Apr 2025, 13:20 WIB

Dinas Perhubungan (Dishub) Bali menargetkan tingkat keterisian minimal 70 persen bagi transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD) yang akan kembali beroperasi mulai 20 April 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Bali, Nyoman Sunarya, di Denpasar, Kamis (10/4).

Menurut Sunarya, tingkat keterisian 70 persen dari total kursi sudah cukup ideal agar operasional bus merah itu dapat terus berjalan dengan baik. TMD diketahui memiliki kapasitas 35 orang, dengan 22 kursi penumpang. Artinya, Dishub menargetkan setiap perjalanan bus dapat mengangkut setidaknya 24 penumpang.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Saat ini, rata-rata keterisian bus hanya mencapai sekitar 40 persen. Oleh karena itu, Dishub Bali berupaya meningkatkan angka tersebut secara bersama-sama, agar TMD tetap bisa beroperasi secara berkelanjutan. Menurut Sunarya, kondisi ini harus diperbaiki agar kehadiran transportasi publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Pembiayaan operasional Trans Metro Dewata saat ini sepenuhnya berasal dari Pemerintah Provinsi Bali yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Denpasar serta Pemerintah Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita), sebagai wilayah yang dilalui rute bus TMD.

Dishub Bali berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi publik untuk membantu menekan tingkat kemacetan di jalan raya, sekaligus menjaga keterisian bus agar tetap stabil.

“Dengan TMD beroperasi kembali maka masyarakat diharapkan menggunakan transportasi umum. Ini membantu mengurangi kemacetan, polusi, angka kecelakaan, dan meningkatkan keterisian,” kata Sunarya.

Selain itu, tarif Trans Metro Dewata saat ini tetap di angka terjangkau, yakni Rp4.400 sekali naik. Dishub Bali menyebut jika jumlah penumpang meningkat, keuntungan dari operasional tidak hanya akan menutupi biaya jalan, tetapi juga bisa dialokasikan untuk perbaikan fasilitas dan peningkatan layanan penumpang.

Sebagai langkah awal untuk meningkatkan keterisian, Dishub Bali akan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali untuk menggunakan layanan TMD minimal sekali dalam seminggu. Upaya ini difokuskan pada pegawai yang tidak memiliki mobilitas tinggi dan bekerja di dalam kantor.

Sunarya berharap dukungan dan kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi publik seperti TMD bisa menjadi bagian dari budaya baru di Bali. Dengan tarif murah, layanan yang baik, dan pengelolaan langsung oleh pemerintah daerah, ia optimistis kehadiran Trans Metro Dewata dapat menjadi solusi jangka panjang bagi transportasi perkotaan di Pulau Dewata.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.