Koperasi Merah Putih Butuh Sokongan Dana, Kemenkop Ajukan Anggaran Tambahan
Rabu, 16 Apr 2025, 20:26 WIBJAKARTA â Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih membutuhkan anggaran dalam jumlah besar. Sayangnya, anggaran yang selama ini dirancang untuk membangun 80 ribu Kopdes Merah Putih diperkirakan belum mencukupi.
Karenanya, Kementerian Koperasi mengajukan tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk mendukung pelaksanaan/pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, terlebih pemerintah menargetkan berdirinya 80 ribu koperasi di Indonesia.
âSampai sejauh ini, kami masih efisiensi, tetapi kami sedang mengajukan anggaran tambahan untuk mendukung pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih,â ujar Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Herbert H. O. Siagian di Jakarta, Rabu (16/4).
Untuk kedeputiannya saja, Herbert menyampaikan anggaran yang dibutuhkan lebih dari Rp1,2 triliun untuk 80 ribu koperasi yang akan ada di tiap desa/kelurahan. Anggaran sebesar Rp1,2 triliun tersebut dialokasikan untuk pelatihan pengawas internal masing-masing koperasi desa.
Dalam satu Koperasi Desa Merah Putih, kata dia, terdapat tiga pengawas organik atau pengawas internal. Dengan demikian, setelah 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terbentuk pada Juli, pemerintah perlu melaksanakan pelatihan kepada 240 ribu orang sebagai pengawas.
Pelatihan tersebut, kata dia, akan dilakukan secara serentak kepada 240 ribu orang. âHitungannya itu kira-kira Rp5 juta per kepala, itu anggaran pelatihan biasa,â kata Herbert.
Akan tetapi, Herbert tidak bisa memastikan berapa besaran anggaran yang akan diajukan oleh Kementerian Koperasi, sebab masing-masing deputi memiliki kebutuhan tersendiri.
Penambahan anggaran pun belum diajukan ke Kementerian Keuangan, sebab masih dalam proses kajian.
âAkan tetapi, sesaat setelah (koperasi desa) terbentuk di bulan Juli, kami harapkan ada anggaran tambahan yang bisa kami gunakan untuk mengawal aktivasi pengembangan koperasi desa ini,â kata dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa sumber anggaran koperasi desa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta APBD. Masing-masing koperasi membutuhkan dana mulai dari Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
Menko Pangan meminta kepala desa agar segera menggelar musyawarah desa khusus (Musdessus) untuk mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Zulkifli menegaskan pembentukan koperasi ini merupakan upaya untuk membangun kekuatan ekonomi dari desa.
- Koperasi Merah Putih
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Soppeng dan Maros Komitmen Kawal Koperasi Merah Putih
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Luncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih
-
Koperasi Merah Putih di Jawa Timur
-
Pendampingan operasional Koperasi Merah Putih di Sultra
-
Koperasi Merah Putih Berisiko Tinggi Jadi Ladang Korupsi Baru
-
Bank Mandiri Komitmen Bangun Ekonomi Desa Lewat Dukungan terhadap Koperasi Merah Putih
-
Pulau Kecil, Gaung Besar: Kongsi Jadi Primadona di Course Internasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.