Konflik dengan Masyarakat Banten, Macan Tutul Jawa Jalani Observasi di TSI

Rabu, 16 Apr 2025, 23:28 WIB

BANDUNG - Macan tutul Jawa berusia sekitar 1-3 tahun yang berkonflik dengan masyarakat di Banten menjalani observasi lanjutan di Taman Safari Indonesia (TSI), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Macan tutul Jawa berjenis kelamin betina yang diselamatkan di wilayah Serang, Banten ini menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan kesehatan fisik dan mental sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk pelepasliaran ke habitat alaminya.

Ket. Foto: Salah satu macan tutul kumbang yang ada di penangkaran macan tutul di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/4). — Sumber: ANTARA/Ricky Prayoga

"Alhamdulillah kita berhasil selamatkan dan selanjutnya kita titipkan di sini untuk diobservasi," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kawa Barat Agus Arianto saat ditemui Antara dalam acara diskusi Foksi di Taman Safari Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/4).

Agus Arianto mengungkapkan penyelamatan macan tutul Jawa berbulu hitam legam (macan kumbang) itu dilakukan pada 12 Maret 2025 oleh pihaknya bersama tim dari Banten dan petugas dari TSI setelah satwa ini sempat masuk area permukiman dan tidak kembali ke hutan meski telah dilakukan pengusiran.

"Terjadi konflik dengan masyarakat setempat, sehingga kami mulai penanganan dari pengusiran ya atau pengiringan, sampai pada akhirnya katena kita melihat satwa tersebut belum kembali ke kawasan, maka kita ambil langkah pada saat itu untuk dilakukan penyelamatan, memasang kandang jebak yang dibantu dengan teman-teman dari Taman Safari dan berhasil kita selamatkan," ucapnya.

Agus mengungkapkan setelah berhasil diselamatkan, satwa tersebut dibawa ke Taman Safari untuk dilakukan pemeriksaan yang hasil awalnya diketahui macan tutul betina itu berusia sekitar tiga tahun dan menunjukkan perilaku yang tidak terlalu agresif dibandingkan macan tutul lainnya.

Petugas juga, lanjut dia, telah mengambil sampel darah dan feses untuk diperiksa di laboratorium pusat studi satwa primata IPB Bogor yang hasilnya akan digunakan sebagai pengambilan keputusan lanjutan termasuk pelepasan ke alam liar.

"Observasi untuk memastikan satwa dalam kondisi sehat dan siap kembali ke alam liar. Dan jika menunjukkan adanya gangguan maka akan dilakukan perawatan lanjutan sesuai kebutuhan," tuturnya.

Sebelumnya, seekor macan tutul kumbang Panthera pardus melas ditangkap tim gabungan BBKSDA Jabar-Banten di Kampung Sepang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (26/3).

Macan kumbang ini dikabarkan telah memangsa sembilan ekor kambing dan lima ekor ayam warga, sejak dilaporkan kehadirannya pada 12 Maret 2025.

Upaya penangkapan awal dengan kandang jebak ukuran kecil tidak berhasil. Berikutnya, tim gabungan kembali memasang kandang jebak lebih besar yang didatangkan dari TSI pada 26 Maret 2025.

Dan sekitar pukul 22.00 WIB, macan tersebut masuk perangkap, namun tidak dilakukan pembiusan karena tidak menunjukkan agresivitas. Tim hanya menggunakan ayam hidup dan ayam potong sebagai umpan. Selanjutnya, satwa dilindungi ini dititipkan di TSI untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.