Real Madrid Belum Lempar Handuk
Rabu, 16 Apr 2025, 07:03 WIBMADRID â Harapan Arsenal untuk mengakhiri penantian panjangmeraih gelarbesar kini bertumpu pada laga krusial di Santiago Bernabeu, Kamis (17/4) dini hari WIB. Setelah membungkam Real Madrid 3-0 di leg pertama perempat final Liga Champions, The Gunners satu kaki di semifinal. Namun, jalan menuju kesuksesan tak akanpernah mudah, terutama saatlawan adalah raja Eropa: Real Madrid. Sebab El Real belum lempar handuk. Madrid masih akan ngotot di depan pendukungnya.
Di sisi lain, tekananterhadap Mikel Arteta tak kalah berat. Arsenal terancam kembali menutup musim tanpa trofi, dengan peluang di Liga Inggris makin menipis. Hasil imbang 1-1 melawan Brentford akhir pekan lalu membuat Arsenal tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen Liverpool yang berpeluang mengunci gelar ke-20 akhir pekan ini.
âUntuk saat ini, semua tentanglaga melawan Madrid,â ujar Arteta, usai merotasi skuadnya melawan Brentford dengan menyimpan Bukayo Saka dan Martin Odegaard dari starting XI. Rotasi itu bukan hanya strategi, tapi cerminan prioritas: Liga Champions jadi satu-satunya jalan realistis untuk mengangkat trofi musim ini.
Namun, Bernabeu bukanlah tempat untuk datang dengan keyakinan semu. Real Madrid, dengan koleksi 15 gelar Liga Champions, dikenal sebagai spesialis malam-malam magis. Mereka telah berkali-kali membalikkan defisit besar, dan kini kembali berharap pada sihir yang sama dengan Kylian Mbappe sebagai juru selamat.
Kylian Mbappe datang ke Madrid dengan mimpi besar: memimpin Los Blancos di panggung Eropa. Kini, panggung itu hadir di hadapannya, tapi berbekal kekalahan 0-3 dari leg pertama, Madrid butuh keajaiban. Namun, jika ada pemain yang bisa menyulap mustahil jadi mungkin, itulah Mbappe.
Pemain asalPrancis itu sudah mencetak 33 gol musim ini, menyamai rekor Cristiano Ronaldo di musim debutnya bersama Madrid. Dan dia sudah membuktikan dirinya di laga besar. Ini termasuk hat-trick ke gawang Manchester City di babak play-off. Ini yang menjadi alasan Arsenal tak bisa merasa aman meski unggul jauh. âSaya sudah bermimpi tentang momen seperti ini sejak kecil,â ujar Mbappe.
Meski terkena kartu merah akhir pekan lalu di La Liga, Mbappe tetap siap tempur. Ia kini bugar dan lapar akan pembuktian. Kekalahan dari Arsenal di Emirates menjadi cambuk, bukan beban.
Madrid punya sejarah panjang soal comeback. Dari La Decima di 2014, keajaiban kontra PSG di 2022, hingga kemenangan atas Wolfsburg dan City. Semua jadi bukti bahwa di Bernabeu, waktu berjalan dengan logika berbeda.
Pelatih Carlo Ancelotti pun menegaskan keyakinannya, âKami harus percaya. Karena terkadang dan cukup sering di Bernabeu, hal-hal luar biasa bisa terjadi,â ujarnya.
Posisi Riskan
Meski unggul agregat, Arsenal datang ke laga ini dalam posisi yang riskan. Gagal melaju bisa mengguncang mental mereka, sekaligus menodai narasi âkemajuanâ di bawah Arteta. Apalagi posisi runner-up Liga Inggris belum sepenuhnya aman, hanya terpaut enam poin dari Nottingham Forest dan tujuh dari Newcastle yang punya satu laga lebih banyak.
Di ruang ganti, kesadaran akan besarnya pertaruhan ini sangat terasa. Musim ini bisa jadi momen transformatif atau kekecewaan lain yang menambah panjang daftar penantian sejak gelar liga terakhir padatahun 2004.
Arteta sendiri mengakui jarak dengan Liverpool sulit diterima. âKami ingin berada lebih tinggi dari posisi sekarang, itu pasti,â ucapnya. Namun, jika Arsenal mampu melewati Real Madrid dan akhirnya mengangkat trofi Liga Champions, maka semua kritik akan berganti jadi pujian.
Di Bernabeu, satu laga bisa mengubah segalanya. Bagi Arsenal, ini kesempatan menyelamatkan musim dan mengukir sejarah baru. Bagi Madrid, ini malam untuk mempertahankan status sebagai raja comeback, dan mempertegas kehadiran Mbappe sebagai pewaris sah tahta Bernabeu.
Satu kaki Arsenal sudah di semifinal, tapi satu langkah terakhir inilah yang paling berat. Real Madrid, lebih dari siapa pun, tahu bagaimana memanfaatkan keraguan lawan di momen-momen genting. Seperti kata mendiang Juanito, â90 menit di Bernabeu itu waktu yang panjang.â ben/AFP/G-1
Perkiraan Formasi
Real Madrid 4-2-3-1
Courtois
Valverde, Asencio, Rudiger, Alaba
Tchouameni, Modric
Rodrygo, Bellingham, Vinicius Jr
Mbappe
Arsenal 4-3-3
Raya
Timber, Saliba, Kiwior, Lewis-Skelly
Odegaard, Partey, Rice
Saka, Merino, Martinelli
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Hasil Liga Champions: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
-
Liga Champions, PSG Kontra Muenchen Hasilkan 9 Gol
-
Semifinal Liga Champions: PSG Bakal Hadapi Muenchen, Atletico Kontra Arsenal
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.