Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Pertimbangkan Pengecualian Tarif untuk Suku Cadang Mobil

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 13:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Pertimbangkan Pengecualian Tarif untuk Suku Cadang Mobil Doc: YONHAP News
Ket. Presiden AS, Donald Trump

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan cara membantu beberapa perusahaan kendaraan motor, dan sedang mempertimbangkan pengecualian tarif untuk suku cadang mobil.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut ketika ditanya oleh wartawan tentang barang-barang tertentu yang sedang dipertimbangkan untuk pengecualian tarif sementara dalam sebuah pertemuan dengan Presiden El Salvador, Nayib Bukele, di Gedung Putih pada Senin (14/4).

Trump mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan langkah untuk membantu beberapa perusahaan kendaraan bermotor, dengan menambahkan bahwa produsen mobil menggunakan suku cadang yang diproduksi di Kanada, Meksiko, dan tempat-tempat lain, dan AS membutuhkan waktu untuk memproduksi suku cadang tersebut sendiri.

Tarif 25% Trump untuk mobil mulai berlaku pada tanggal 3 April, dengan tarif untuk suku cadang mobil utama, seperti mesin dan transmisi akan mulai berlaku sebelum tanggal 3 Mei.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pengecualian tarif untuk produk Apple dan telepon pintar, Trump mengatakan bahwa ia tidak berubah pikiran, tetapi ia adalah orang yang sangat fleksibel.

Sementara itu, AS telah meluncurkan investigasi terhadap impor semikonduktor dan farmasi sebagai bagian dari langkah untuk mengenakan tarif pada sektor tersebut.

Dalam sebuah pemberitahuan di Federal Register AS pada hari Senin, Kementerian Perdagangan AS mengumumkan bahwa mereka memulai investigasi terhadap impor semikonduktor, peralatan pembuatan chip, farmasi dan bahan farmasi untuk memeriksa dampaknya terhadap keamanan nasional negara tersebut.

Investigasi yang dimulai pada tanggal 1 April tersebut, diperintahkan berdasarkan Pasal 232 dari Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962.

Berdasarkan undang-undang tersebut, presiden AS memiliki kewenangan untuk menyesuaikan impor ke AS ketika ia memutuskan bahwa impor tersebut mengancam keamanan nasional. Investigasi harus diselesaikan dalam waktu 270 hari sejak diumumkan.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick mengatakan pada Minggu (13/4) bahwa tarif untuk semikonduktor akan diberlakukan dalam satu atau dua bulan. KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.