Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Pertimbangkan Tarif Terpisah untuk Barang Elektronik

📅 Senin, 14 Apr 2025, 14:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Pertimbangkan Tarif Terpisah untuk Barang Elektronik Doc: NHK

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengisyaratkan bahwa bea masuk terpisah akan dikenakan pada barang elektronik yang dikecualikan dari tarif timbal balik.

Pernyataannya itu akan membantah pandangan bahwa barang elektronik dikecualikan dari tarif karena kekhawatiran atas dampak potensial pada konsumen AS.

Pada Minggu (13/4), Trump melalui media sosial menulis, "Tidak ada seorang pun yang 'terbebas dari tanggung jawab' atas neraca perdagangan yang tidak adil dan hambatan tarif nonmoneter, yang telah digunakan negara lain terhadap kami, terutama Tiongkok yang sejauh ini memperlakukan kami dengan paling buruk!"

Ia juga mengatakan, "Tidak ada 'pengecualian' atas tarif yang diumumkan pada Jumat (11/4)."

Pemerintah AS mengumumkan pada Jumat bahwa telepon pintar dan perangkat elektronik lainnya yang diekspor ke Amerika Serikat akan dikecualikan dari tarif timbal balik.

Trump mengatakan negaranya mencermati semikonduktor dan seluruh rantai pasokan elektronik dalam investigasi tarif keamanan nasional yang akan datang.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga mengatakan bahwa barang elektronik yang dikecualikan dari tarif timbal balik akan dikenakan jenis pungutan impor lainnya.

Berbicara kepada ABC News pada Minggu, Lutnick mengatakan bahwa barang elektronik akan dimasukkan dalam tarif semikonduktor yang akan berlaku sekitar satu atau dua bulan mendatang.

Pemerintah AS tampaknya ingin menjaga harga ponsel pintar dan perangkat elektronik lainnya agar tidak naik, dengan mengecualikannya dari tarif timbal balik. AS sangat bergantung pada impor produk tersebut dari Tiongkok.

Namun, komentar terbaru Trump dapat memberikan pukulan bagi produsen elektronik terkemuka di AS, termasuk Apple, yang memproduksi iPhone di Tiongkok, serta menaikkan harga ponsel. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.