Pakar Usul Waktu Pelaksanaan Penjurusan SMA

Senin, 14 Apr 2025, 22:38 WIB

JAKARTA - Pakar pendidikan dari Tamansiswa, Ki Darmaningtyas menyarankan, penjurusan SMA dapat dilakukan pada semester kedua Kelas X asal satu semester sebelumnya sudah dapat mengenali semua mata pelajaran di SMA. Hal ini penting sebagai dasar untuk memilih jurusan dan siswa tidak terlalu lama terbebani untuk belajar banyak mata pelajaran.

"Bisa juga penjurusan dilakukan saat naik Kelas XI dengan pertimbangan murid mempunyai waktu cukup untuk menemukan minat dan talentanya. Hanya saja untuk ini dibutuhkan bimbingan yang intens dari guru, wali kelas, guru konselor dan orang tua," ujar Darmaningtyas, di Jakarta, Senin (14/4).

Ket. Foto: Pakar pendidikan dari Tamansiswa, Ki Darmaningtyas. — Sumber: Foto tangkapan layar TVR Parlemen DPR RI

Dia menilai, mengembalikan penjurusan SMA merupakan kebijakan yang paling realistis. Hal tersebut mempertimbangkan dampak positif dan negatif kebijakan tersebut.

"Kembali ke penjurusan tidak dosa, karena kebetulan peminatan ini juga baru dalam taraf uji coba, dan ternyata hasil uji cobanya tidak recomended untuk dilanjutkan karena adanya berbagai kendala di lapangan," jelasnya.

Dia mengungkapkan ada empat dampak positif penjurusan SMA. Pertama, meski tampak lebih tegas, penjurusan SMA tidak membuat pembelajaran tumpang tindih dan dapat membantu membekali murid yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

"Mereka yang akan melanjutkan ke prodi teknik misalnya, akan memperkuat mata pelajaran fisika dan matematika. Mereka yang akan melanjutkan ke farmasi dan kedokteran akan memperkuat mata pelajaran biologi dan kimia, dan seterusnya," katanya.

Kedua, lanjut dia, murid lebih mudah memilih fokus pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan bakat dan sangat membantu memilih fakultas yang akan dimasuki saat mendaftar di perguruan tinggi. Ketiga, kebutuhan infrastruktur fisiknya juga dapat diketahui secara pasti.

Darmaningtyas menyebut, dampak positif keempat yaitu sekolah lebih mudah mengatur jadwal pembelajaran. Kebutuhan guru untuk masing-masing mata pelajaran dalam satu kelas sudah diketahui secara pasti, sehingga ketika jumlah gurunya tidak mencukupi, kekurangannya dapat diprediksi secara pasti.

"Bagi pemerintah sendiri, jauh lebih mudah memprediksikan kebutuhan guru SMA untuk masing-masing mata pelajaran," ucapnya.

Dia mengakui adanya sisi negatif dari penjurusan SMA yaitu pada aspek sosiologis. Menurutnya, ada persepsi keliru bahwa Jurusan IPA adalah jurusan yang paling top. Padahal tidak demikian.

"Di tengah berkembangnya profesi baru yang memberikan imbalan tinggi dan justru itu banyak didominasi oleh mereka yang berlatar belakang sosial humaniora, persepsi negatif itu lama-lama akan terkikis juga," terangnya.

Sebagai informasi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti akan menghidupkan kembali sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Kebijakan ini selaras dengan program Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional dan bisa menjadi landasan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

  • Kemendiktisaintek
  • Jurusan SMA

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.