Tangan-Tangan Kebaikan untuk Yatim dan Disabilitas di Bandung

Minggu, 13 Apr 2025, 20:55 WIB

Ratusan penyandang disabilitas dan anak yatim piatu dari beberapa wilayah di Bandung Raya menjadi sasaran bakti sosial yang digelar filantropi asal Bandung Adam-Adrian di Rumah Bhineka Bandung.

Dalam keterangan di Bandung, Minggu, rangkaian kegiatan sosial yang terdiri dari pemberian perlengkapan sekolah hingga cek kesehatan gratis ini, menyasar kelompok penerima manfaat dari berbagai latar belakang disabilitas, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, autis ringan dan berat, hingga tunadaksa. Selain itu, anak-anak yatim piatu juga turut mendapatkan bantuan.

Ket. Foto: Ratusan penyandang disabilitas dan anak yatim piatu dari beberapa wilayah di Bandung Raya menjadi sasaran bakti sosial yang digelar filantropi asal Bandung Adam-Adrian di Rumah Bhineka Bandung. — Sumber: Antara Foto

Salah seorang penerima manfaat bernama Yanti (35) yang datang bersama putrinya Aulia (3) sumringah saat menerima berbagai bantuan dari Adam-Adrian di Rumah Bhineka Bandung, Sabtu, seperti seragam dan buku untuk anaknya.

"Tadi dapat buku, makanan hingga seragam. Saya sangat berterima kasih atas kebaikan dari mereka yang telah memberikan kepada anak saya yang alami kekurangan ini (disabilitas)," kata Yanti.

Penerima manfaat lainnya asal Cimahi, Wartini (52) yang datang bersama cucunya dengan menggunakan motor juga, merasa senang dan mengaku sangat terbantu dengan kegiatan sosial ini di mana dia menerima bantuan seragam dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Mengingat saat ini ia kesulitan untuk mengakses Program Keluarga Harapan (PKH) bagi keluarga yang memiliki anak difabel, terlebih jika belum terdaftar dalam dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Alhamdulillah merasa terbantu, karena belum beli seragam. Sangat baik, semoga lebih maju ke depannya. Kemudian cucu juga menjalani pemeriksaan karena sering batuk usai kehujanan, lalu dikasih obat batuk dan vitaminnya, dan gratis," ucap Wartini.

Di lokasi yang sama, Koordinator Pelaksana Acara Bakti Sosial, Restu, mengatakan sedikitnya 130 penerima manfaat dari kalangan anak-anak disabilitas hadir dalam kesempatan tersebut. Sedangkan 40 pendamping juga hadir menemani.

"Ada yang dari SLB Muhammadiyah di Citereup Cimahi, lalu dari SLB Cibaduyut, SLB Nuftah Hidayah di Margahayu dan SLB Mifathul Falah," katanya yang juga mengungkap bahwa anak-anak tersebut difasilitasi dengan jemputan.

Restu menyampaikan, kegiatan ini rutin digelar sejak 2018. Namun sempat terpotong COVID-19 di tahun 2020 dan dilanjutkan lagi sejak 2023 setiap bulan.

Sementara itu, penggagas bakti sosial, Petrus Adam Santosa, mengungkapkan dirinya membuat program ini karena merasa kaum disabilitas sering termarjinalkan. Sejak 2018 dia bersama teman dekatnya dr Adrian Suhendra rutin berbagi kepada untuk kalangan disabilitas beserta keluarganya.

"Saya memberikan bantuan ini murni dari pribadi. Kebetulan saya memiliki usaha di Bandung, saya merasa simpati dengan para difabel, kemudian saya mulai melakukan ini dengan memberikan fasilitas kesehatan gratis," katanya.

Di samping itu, kata dia, dalam bakti sosial tersebut anak-anak yang masih sekolah SD, SMP dan SMA juga diberikan seragam secara gratis dengan pedagang beserta stoknya agar bisa dicoba terlebih dahulu.

"Jadi, seragamnya kita berikan dengan mendatangkan para pedagang dengan stoknya. Sehingga bisa dicoba dulu sesuai ukurannya, agar mereka nyaman saat menggunakan seragamnya, kemudian ada lagi bantuan buku tulis. Hari ini sudah habis sekitar 800 buku," ucapnya.

Adam mengharapkan mereka yang sedang sekolah dari kalangan difabel ini bisa lebih semangat, terlebih jika memiliki bakat yang mungkin ke depan bisa terekspose.

"Saya yakin, meskipun mereka difabel tapi ada bakat-bakat khusus yang mereka miliki, seperti band dari para difabel, ada terapis di hotel saya dan itu difabel," katanya.

Founder dari Javaretro ini pun mengatakan bahwa bantuan berupa seragam, buku-buku, dan makan gratis ini diberikan dengan direkam dan diunggah dalam laman web khusus, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

"Kita juga sediakan website khusus untuk para penerima bantuan ini. Mereka yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini akan divideo. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, atau bantuannya misalnya diberikan dua kali," katanya menambahkan.

  • Penyandang disabilitas-yatim

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.