Meta Perluas Fitur Akun Remaja ke Facebook dan Messenger, Tambah Perlindungan untuk Pengguna Muda
Rabu, 09 Apr 2025, 15:30 WIBPenggunaan media sosial oleh remaja terus menjadi perhatian serius, baik bagi orang tua maupun pembuat kebijakan. Setelah sukses memperkenalkan fitur Akun Remaja di Instagram tahun lalu, Meta kini memperluas perlindungan tersebut ke dua platform populernya lainnya, yakni Facebook dan Messenger.
Sama seperti di Instagram, Akun Remaja di Facebook dan Messenger akan dilengkapi dengan perlindungan otomatis. Fitur ini dirancang untuk membatasi akses ke konten yang tidak pantas, menghindari kontak yang tidak diinginkan, serta membantu remaja menggunakan waktu mereka secara lebih bijak saat menggunakan media sosial.
Meta menyatakan bahwa peluncuran awal fitur ini akan dilakukan di empat negara: Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada. Peluncuran ke negara-negara lain akan menyusul, meskipun belum ada kepastian jadwal, dan hal ini menimbulkan pertanyaan tentang potensi penghindaran fitur tersebut oleh pengguna dari wilayah lain.
Perusahaan juga menegaskan bahwa semua remaja yang terdaftar di platformnya akan otomatis masuk ke dalam sistem Akun Remaja. Untuk remaja di bawah usia 16 tahun, pengaturan privasi yang lebih longgar hanya bisa diakses jika mereka mendapatkan izin dari orang tua.
Selain memperluas fitur ke Facebook dan Messenger, Meta juga menambahkan pembatasan baru untuk pengguna remaja di Instagram. Dalam beberapa minggu ke depan, remaja di bawah 16 tahun tidak akan bisa melakukan siaran langsung (Instagram Live) tanpa izin dari orang tua.
Meta menambahkan, âKami tahu orang tua khawatir tentang orang asing yang menghubungi anak remaja mereka â atau anak remaja menerima kontak yang tidak diinginkan. Selain perlindungan bawaan yang ditawarkan oleh Akun Remaja, kami menambahkan batasan baru untuk Instagram Live dan gambar yang tidak diinginkan dalam DM.â
Sebagai bagian dari pembaruan ini, Meta akan mewajibkan pengguna remaja untuk mendapatkan izin orang tua jika mereka ingin menonaktifkan fitur yang secara otomatis mengaburkan gambar eksplisit atau yang diduga mengandung ketelanjangan dalam pesan langsung (DM).
Kendati demikian, masih ada kekurangan transparansi dalam penjelasan Meta terkait bagaimana Akun Remaja akan bekerja di Messenger dan Facebook secara lebih rinci. Berbagai pihak masih menunggu kejelasan soal batasan teknis, fitur perlindungan spesifik, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan.
Langkah Meta ini dinilai sebagai bagian dari upaya mereka untuk menanggapi kekhawatiran global tentang dampak media sosial terhadap perkembangan mental dan emosional remaja. Dengan menghadirkan pengawasan dan kontrol orang tua secara lebih intens, Meta berharap dapat menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi generasi muda.
Berita Terkait:
-
Playoff Liga Champions: Sorloth Hattrick, Atletico Madrid Singkirkan Club Brugge dan Melaju ke 16 Besar
-
Golkar Incar Suara Gen Z di Pemilu 2029
-
KKP Bekali Pengurus KNMP Teknik Pengelolaan Gudang Beku
-
Jadwal Imsak Hari Ini Jakarta dan Sekitarnya, 2 Maret 2026: Ayo Sahur Agar Berkah!
-
Waste-to-Energy Jadi Primadona Baru, Investor Ramai-ramai Masuk Pasar Hijau
-
BPS: Harga Beras Masih Cenderung Naik
-
Sulteng Menuju Pintu Internasional, Rute Penerbangan Langsung China–Palu Berpeluang Picu Lompatan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.