Krisis Cedera Ancam Harapan Bayern

Selasa, 08 Apr 2025, 07:08 WIB

MUNICH - Harapan Bayern Munich untuk tampil di final Liga Champions yang akan digelar di markas sendiri, Allianz Arena, berada di ujung tanduk akibat badai cedera yang menghantam skuad. Bayern akan menjamu Inter Milan dalam leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (9/4) dini hari WIB, dengan daftar cedera yang terus bertambah dan mencakup sejumlah pemain kunci, banyak di antaranya absen jangka panjang.

Situasi ini memperparah tekanan bagi Bayern, yang ingin membalas kenangan pahit dari final 2012 di Munich, saat kalah dari Chelsea lewat adu penalti. Kabar terbaru yang menambah luka datang dari Jamal Musiala. Gelandang kreatif itu mengalami cedera hamstring serius pada hari Jumat lalu dan diperkirakan absen hingga pertengahan Mei.

Ket. Foto: Gelandang Bayern Munich asal Jerman bernomor punggung 42 Jamal Musiala menerima perawatan medis setelah mengalami cedera selama pertandingan sepak bola divisi pertama Bundesliga Jerman antara FC Augsburg dan FC Bayern Munich di Augsburg, Jerman. — Sumber: Alexandra BEIER / AFP

Pertahanan menjadi sektor yang paling terdampak. Alphonso Davies, Dayot Upamecano, dan Hiroki Ito kemungkinan besar akan absen hingga akhir musim. Kapten sekaligus kiper utama Manuel Neuer, winger Kingsley Coman, dan gelandang muda Aleksandar Pavlovic juga diragukan tampil menghadapi Inter.

Bayern hanya punya dua bek tengah yang tersedia: Kim Min-Jae, yang belum sepenuhnya pulih dari cedera tendon Achilles, dan Eric Dier, bek veteran asal Inggris. Padahal mereka harus menghadapi duet penyerang tajam Inter, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez.

Final Liga Champions musim ini yang digelar di Allianz Arena, dikenal dengan istilah finale dahoam dalam dialek Bavaria, telah lama menjadi ambisi besar Bayern.

Langkah-langkah besar klub dalam beberapa musim terakhir, termasuk pemecatan mengejutkan Julian Nagelsmann dan perekrutan Harry Kane dengan rekor transfer, didorong oleh mimpi mengangkat trofi di kandang sendiri bulan Mei nanti.

Namun, musim lalu yang mengecewakan memaksa Bayern meredam ekspektasi. Bayer Leverkusen merebut gelar Bundesliga dan DFB Pokal, meninggalkan Bayern tanpa trofi untuk pertama kalinya dalam 11 tahun terakhir. Thomas Tuchel digantikan oleh Vincent Kompany di awal musim ini.

Tokoh kuat klub, Uli Hoeness, yang meski sudah mundur dari jabatan presiden masih punya pengaruh besar, sempat menegaskan bahwa target utama musim ini adalah merebut kembali gelar Bundesliga. Setelah musim 2023/24 yang sulit, terlalu banyak bicara soal Liga Champions. “Gelar Bundesliga akan sangat berarti bagi saya,”  ujar Hoeness.

Namun, kini dengan Bayern unggul enam poin atas Leverkusen dan hanya menyisakan enam laga, fokus mulai kembali tertuju ke Eropa. Thomas Müller, yang akhir pekan lalu mengumumkan akan hengkang dari Bayern di akhir musim meski ingin bertahan, menegaskan ingin menutup karirnya di klub dengan tampil di final dahoam.

Harry Kane, yang sedang menikmati musim gemilang, juga berambisi mengangkat trofi Liga Champions pertamanya. Tidak seperti masa lalu ketika dia kerap diterpa cedera di momen penting, Kane justru berada dalam kondisi prima jelang laga kontra Inter. Dia tampil luar biasa saat melawan Leverkusen di babak 16 besar, mencetak tiga gol dan satu assis t.

Di Liga Champions musim ini, hanya Raphinha dari Barcelona (11 gol) yang melebihi torehan gol Kane (10). Berbicara usai mencetak gol dalam kemenangan 3-1 atas Augsburg, Jumat lalu, Kane mengatakan badai cedera bisa jadi pemicu semangat tim dan Kompany sudah mengantisipasi situasi ini sejak awal. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.