Bitcoin Anjlok 7%, Efek Domino Tarif Trump Guncang Pasar Kripto dan Saham Global

Senin, 07 Apr 2025, 14:50 WIB

Harga Bitcoin turun tajam sebesar 7% dalam 24 jam terakhir, menyentuh angka $77.500, di tengah kekacauan pasar keuangan global akibat kebijakan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump.

Penurunan ini terjadi setelah mata uang kripto utama tersebut sempat stabil di atas $80.000 hampir sepanjang tahun ini dan telah kehilangan sekitar 28% nilainya sejak mencapai rekor tertinggi $110.000 pada Januari lalu.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Tak hanya Bitcoin, kripto besar lainnya seperti Ethereum dan Solana bahkan mengalami penurunan lebih parah — masing-masing turun hingga 12% dalam waktu yang sama. Secara keseluruhan, pasar kripto global turun 7%, menandakan meluasnya kekhawatiran investor.

Pasar kripto sebelumnya mengalami lonjakan besar ketika Trump bulan lalu meluncurkan cadangan strategis aset digital, yang menambahkan lebih dari setengah triliun dolar ke valuasi pasar. Namun euforia itu memudar cepat saat Trump mengonfirmasi komitmennya terhadap tarif menyeluruh 10% untuk hampir semua negara, serta tarif pembalasan 34% dari China yang memicu kekhawatiran akan resesi global.

Menurut CoinGlass, likuidasi posisi jangka panjang Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai $250 juta, menunjukkan banyak investor terpaksa menjual aset mereka untuk menghindari kerugian lebih besar.

Dampak kebijakan tarif Trump tak hanya dirasakan di dunia kripto. Kontrak berjangka Dow Jones turun lebih dari 4%, S&P 500 turun hampir 5%, dan Nasdaq 100 anjlok 5,3% pada perdagangan Minggu malam mencerminkan sentimen ketakutan luas terhadap kebijakan ekonomi AS saat ini.

Analis dari JPMorgan bahkan menaikkan probabilitas resesi AS hingga 60%, menyusul efek domino dari kebijakan tarif yang dinilai bisa memperlambat perdagangan global secara signifikan.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump membela kebijakan tarif sebagai alat untuk mengatasi defisit perdagangan AS dengan negara-negara besar seperti Tiongkok dan Uni Eropa. “Tarif ini sudah berlaku, dan ini adalah hal yang indah untuk disaksikan,” tulisnya.

Namun, menurut para analis, “keindahan” yang dimaksud Trump mungkin hanya tampak dari sudut pandang fiskal pemerintah, sementara pasar justru kehilangan sekitar $7 triliun sejak pengumuman tarif tanggal 2 April.

Analis kripto mencatat bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi, Bitcoin dan aset digital lainnya kini cenderung bergerak mengikuti pola pasar saham tradisional. Dengan prospek resesi dan ketidakpastian kebijakan lebih lanjut dari pemerintahan Trump, harga Bitcoin diperkirakan masih akan tertekan dalam waktu dekat.

Kebijakan tarif Trump telah menciptakan gelombang kejut lintas pasar dari saham hingga kripto. Bitcoin, yang dulu dianggap sebagai “safe haven” digital, kini tampak tak kebal terhadap gejolak makroekonomi global, terutama ketika tekanan datang dari Washington dan Beijing secara bersamaan. Para investor saat ini berada di persimpangan sulit antara bertahan, menjual, atau menunggu badai mereda.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.