FIFA Harap Russia Segera Kembali ke Dunia Sepak Bola
Jumat, 04 Apr 2025, 12:50 WIBPresiden FIFA Gianni Infantino menyatakan harapannya agar Russia dapat kembali bergabung ke dunia sepak bola global, sebuah langkah yang hanya mungkin terjadi jika perang di Ukraina berakhir. Hal ini disampaikannya dalam Kongres UEFA ke-49 yang digelar di Beograd pada hari Kamis.
Infantino mengatakan bahwa seiring dengan upaya perundingan damai yang terus berjalan, ia berharap halaman baru dapat segera dibuka, di mana Russia bisa kembali tampil di panggung sepak bola internasional. Ia menekankan bahwa kembalinya Russia ke dunia sepak bola akan menjadi tanda bahwa konflik telah usai, dan situasi telah terselesaikan secara damai.
Menurut Infantino, sepak bola adalah olahraga yang menyatukan, bukan memecah belah, dan karenanya semua pihak harus mendukung upaya untuk membawa orang-orang dari berbagai latar belakang kembali bersama. Hal ini, katanya, adalah inti dari semangat olahraga, terutama sepak bola, yang melampaui batas politik dan geografis.
Dukungan terhadap pernyataan Infantino juga datang dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin, yang menegaskan bahwa Russia akan kembali diterima dalam kompetisi sepak bola Eropa jika perang berakhir. Ceferin menyatakan hal ini dalam konferensi pers penutupan kongres UEFA, menambahkan bahwa pintu akan terbuka kembali begitu situasi membaik.
Namun dalam kesempatan yang sama, Ceferin juga menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap usulan memperluas jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim, sebagai bagian dari peringatan seratus tahun turnamen tersebut. Ia menyebut gagasan tersebut sebagai ide yang buruk, baik untuk turnamen itu sendiri maupun untuk sistem kualifikasi.
Usulan ekspansi ini dilaporkan berasal dari Ignacio Alonso, Presiden Asosiasi Sepak Bola Uruguay, dan dibahas dalam Dewan FIFA bulan lalu. Ceferin mengaku terkejut dan menilai bahwa keputusan itu dibuat tanpa konsultasi atau pemberitahuan yang layak kepada pihak-pihak terkait sebelumnya.
Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan di Maroko, Spanyol, dan Portugal, sementara Argentina, Paraguay, dan Uruguay sebagai negara penyelenggara turnamen perdana tahun 1930 akan menjadi tuan rumah bagi tiga pertandingan awal. Meski menyambut semangat peringatan sejarah, Ceferin tetap menolak perubahan format yang dinilainya merugikan.
Ceferin juga menanggapi soal Piala Dunia Antarklub edisi tahun ini yang akan digelar di Amerika Serikat dari 14 Juni hingga 13 Juli, meski menuai kritik terkait jadwal padat yang membebani pemain. Menurutnya, kompetisi tersebut hanya akan berlangsung satu kali, dan tidak akan menjadi ancaman bagi turnamen-turnamen UEFA.
Ia menegaskan bahwa klub-klub Eropa menginginkan turnamen tersebut, dan menilai bahwa penambahan pertandingan bagi sebagian pemain adalah hal yang dapat dikelola. Ceferin tampak optimis bahwa Piala Dunia Antarklub tidak akan menimbulkan konflik atau mengganggu kompetisi yang sudah ada.
Dengan berbagai isu global yang melibatkan sepak bola dari konflik geopolitik hingga ekspansi kompetisi pemimpin tertinggi FIFA dan UEFA saat ini dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara politik, prestise olahraga, dan kepentingan para pemain.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Mendikdasmen: "Deep Learning" Upaya Capai Cita-cita Ideal Pendidikan
-
Gol Saka Antar Arsenal ke Final Liga Champions, Akhiri Penantian 20 Tahun
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
-
PM Inggris Serukan Deeskalasi di Timur Tengah Setelah Serangan Targetkan UEA
-
Pramono Anung Sebut Hotel Beri Kontribusi Positif bagi Ekonomi Jakarta
-
Dinas Perindustrian Kalsel: Dari 140 Perusahaan Menengah Besar, Baru 66 yang Telah Lapor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.