• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kenali Penyebab Kolestrol ...

Kenali Penyebab Kolestrol Tinggi dan Cara Pengobatannya pada Wanita

Kamis, 03 Apr 2025, 06:38 WIB

JAKARTA - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pafikotautara.org aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab kolesterol tinggi pada wanita, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Berbicara tentang gangguan kesehatan pada wanita, salah satunya adalah kolesterol tinggi. Kadar kolesterol tinggi dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kondisi ini lebih umum dialami oleh wanita ketimbang pria, dengan gejala seperti kesemutan, lelah, nyeri pada tangan sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Prevalensi penduduk Indonesia dengan kadar kolesterol tinggi lebih banyak pada wanita yaitu sebesar 20,7%, sedangkan pria hanya 6,8%. 

Ket. Foto: — Sumber: Freepik/pimnana

PAFI adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia bertekad untuk terus mengembangkan dan meningkatkan standar farmasi di Indonesia, baik dari segi keilmuan maupun praktik.

Apa saja faktor penyebab terjadinya kolesterol tinggi pada wanita?

Pada umumnya, kadar kolesterol yang tinggi pada wanita dialami pada usia 20 hingga 40 tahun keatas. Kolesterol tinggi terjadi ketika kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, yaitu lebih dari 240 mg/dL. Risiko utama dari kolesterol tinggi adalah penumpukan lemak di pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya kadar kolesterol tinggi pada wanita yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Pola makan yang tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat adalah salah satu penyebab utama kolesterol tinggi. Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan trans secara teratur dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Makanan seperti daging merah, produk susu berlemak tinggi, dan makanan kemasan atau cepat saji sering mengandung lemak jenuh dan trans. Selain itu, kurangnya konsumsi serat dan buah-buahan juga dapat berdampak negatif pada keseimbangan kolesterol.

2. Faktor genetik atau riwayat keluarga

Keturunan atau faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan kadar kolesterol. Jika ada riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, maka risiko mengalami kondisi yang sama juga meningkat. Faktor genetik dapat mempengaruhi cara tubuh memproses kolesterol dan lemak lainnya, sehingga beberapa orang lebih rentan terhadap kolesterol tinggi meskipun memiliki gaya hidup yang sehat.

3. Obesitas atau kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas adalah faktor risiko lain yang signifikan. Ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi, maka risiko kolesterol tinggi juga meningkat. Obesitas seringkali disertai dengan peningkatan kadar trigliserida dan LDL, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik). 

4. Stres dan cemas berlebihan

Stres dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam beberapa cara. Saat stres, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini dapat memicu peningkatan produksi kolesterol oleh hati. Selain itu, stres sering kali menyebabkan perubahan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan tinggi lemak atau kurang berolahraga.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati kolesterol tinggi pada wanita?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari kolesterol tinggi pada wanita. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala kolesterol tinggi pada wanita serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Statin

Statin adalah kelas obat yang paling umum digunakan untuk menurunkan kolesterol tinggi. Mereka bekerja dengan menghambat enzim HMG-CoA reductase, yang berperan dalam produksi kolesterol di hati. Beberapa jenis obat statin seperti pravastatin, atorvastatin, dan simvastatin. Obat ini tersedia dengan resep dari apoteker.

2. Fibrat

Obat golongan fibrat bekerja dengan meningkatkan pembuangan asam lemak dari darah dan meningkatkan produksi HDL. Contoh obat ini adalah fenofibrate. Obat ini menurunkan trigliserida dan meningkatkan HDL. Dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi risiko efek samping pada perut.

3. Kombinasi obat

Beberapa obat menggabungkan dua jenis obat untuk mencapai efek yang lebih baik seperti vytorin. Vytorin mengandung ezetimibe dan simvastatin. Ezetimibe bekerja dengan mengurangi penyerapan kolesterol di usus, sedangkan simvastatin menghambat produksi kolesterol di hati. 

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk kadar kolesterol tinggi pada wanita seperti mengonsumsi olahan kacang kedelai dan minum air jahe hangat. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

(IKN)

Penulis: Tim Redaksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.