Indonesia Kirim 124 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Myanmar

Kamis, 03 Apr 2025, 13:49 WIB

JAKARTA - Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Myanmar, Kamis (3/4).

Total bantuan 124 ton atau senilai USD 1,2 juta, terdiri dari 64 ton dari swasta dan 60 ton dari pemerintah. Sekitar 20 ton sudah sampai di Myanmar.

Ket. Foto: Total bantuan 124 ton atau senilai USD 1,2 juta, terdiri dari 64 ton dari swasta dan 60 ton dari pemerintah.  — Sumber: Kemlu RI

Sementara personel SAR dan EMT yang diterjunkan 157 orang, diantaranya 69 orang berangkat dengan kloter ke-3 hari ini.

Misi ini dipimpin oleh Menko PMK Pratikno dan diikuti jajaran pejabat dari BNPB, Kemenlu, Kemenko PMK, Basarnas, dan Baznas.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan, pengiriman bantuan ini merupakan bentuk solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Myanmar yang terdampak gempa bumi pada 28 Maret lalu.

“Pemerintah Indonesia berharap bantuan berisi obat-obatan, alat sanitasi, dan kebutuhan pokok dari masyarakat Indonesia tersebut dapat membantu meringankan beban penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak,” ucap Menlu Sugiono seperti dilansir laman resmi Kemlu RI, Kamis.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menanggapi kabar gempa bumi tersebut dengan langsung menegaskan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan yang diperlukan oleh rakyat Myanmar dan Thailand.

“Bapak Presiden telah memerintahkan Menko PMK dan Kepala BNPB untuk mengoordinasikan bantuan kemanusiaan bagi Myanmar. Sekaligus, Bapak Presiden juga menyampaikan bela sungkawa mendalam dan empati yang tulus kepada rakyat Myanmar yang menjadi korban gempa," kata Menlu Sugiono saat melepas Bantuan Kemanusiaan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma.

Menlu mengataan, diplomasi kemanusiaan Indonesia didasari semangat kemanusiaan dan solidaritas sesama anggota ASEAN. Pemberian bantuan ini juga mengedepankan aspek inklusivitas bagi semua yang terdampak di Myanmar.

Sebelumnya, Indonesia telah mengirimkan bantuan yang disertai dengan pengerahan 61 petugas INASAR pada Senin (1/4).

Pemerintah Myanmar telah meminta bantuan kepada masyarakat internasional, termasuk Indonesia, untuk membantu penanggulangan bencana alam akibat gempa bumi pada 28 Maret 2025.

Gempa berkekuatan 7,7 melanda Myanmar, usat gempa berjarak 13 km arah barat laut dari Kota Sagaing, dan gempa susulan di dua kota terbesar di Myanmar, yakni Mandalay dan ibu kota Nay Pyi Taw.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.