Keren, UMKM Jatim Ekspor Perdana Gerabah Inovatif ke Jepang
- jepang
- Ekspor
- Dukung UMKM
- Kementerian Perdagangan
- Inovasi
JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor perdana dua produk gerabah inovatif dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jawa Timur (Jatim) ke Jepang.

Ket. Pelepasan ekspor digelar di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat, (21/3) dan dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi secara daring dari Jakarta
Doc: Kementerian Perdagangan
Keduanya, yaitu bola tumbuh pot (bobupot) produksi Green Galeria Indonesia asal Surabaya dan pot terakota produksi UD Gerabah Merah dari Malang. Kedua produk dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan, estetika modern, serta menggunakan bahan alami dan berkelanjutan seperti bambu, tanah liat, dan arang sekam.
Pelepasan ekspor digelar di Surabaya, Jawa Timur pada Jumat, (21/3) dan dipimpin Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi secara daring dari Jakarta. Puntodewi mengungkapkan, ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing dan memenuhi ekspektasi pasar internasional. Terlebih lagi, pasar Jepang terkenal dengan standarnya yang tinggi dan sangat selektif dalam menerima produk asing.
“Ekspor perdana produk gerabah inovatif dari Jawa Timur berhasil membuktikan bahwa hasil kreasi UMKM Indonesia dapat diterima di pasar Jepang yang dikenal selektif dan memiliki standarnya yang tinggi. Kami harap, ekspor perdana ini menjadi awal dari perluasan pasar global bagi lebih banyak UMKM,” ujar Puntodewi.
Anda mungkin tertarik:
Bobupot merupakan pot media tanam cerdas berbentuk bola untuk tanaman. Wadah ini memilki tekstur berbahan alami yang dilapisi bahan hasil daur ulang, seperti serabut kelapa, batu kerikil, pasir putih, serta abu dan arang kayu (charcoal) untuk dalam ruangan. Produk ini diekspor dengan nilai USD 46.799 pada ekspor perdananya ke Jepang.
Sementara itu, pot terakota merupakan media taman berbahan baku tanah liat dengan ukuran kecil untuk ditempatkan di dalam ruangan (rumah). Produk ini pun diekspor perdana ke Jepang dengan nilai USD 1.512.
Puntodewi mengungkapkan, ekspor ini merupakan tindak lanjut dari Pekan Pengembangan Ekspor Nasional yang digelar Kemendag bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Bank Jatim, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), dan serta Export Center Surabaya.
Kegiatan ini dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur pada 3—6 Desember 2024 lalu. Selain itu, pelepasan ekspor kedua produk gerabah ini bagian dari program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Dengan program ini, Kemendag mendorong UMKM untuk naik kelas melalui inovasi dan ekspor.
“Keberhasilan ekspor perdana ini juga menjadi bukti nyata efektivitas program UMKM BISA Ekspor dalam mendorong UMKM Indonesia untuk berani menembus pasar global dan memperluasjangkauan produknya,” kata Puntodewi.
Puntodewi melanjutkan, UMKM BISA Ekspor memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses pasar internasional bagi pelaku UMKM agar mampu menghadapi tantangan ekspor. Program ini mencakup peningkatan daya saing produk ekspor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ekspor, dan perluasan pasar yang diperlukan agar produk dapat diterima di pasar global.
“Kemendag melalui program UMKM BISA Ekspor terus memberikan dukungan bagi UMKM yang ingin mengembangkan pasarnya ke luar negeri. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM Indonesia diharapkan semakin siap bersaing di tingkat internasional,” imbuh Puntodewi.
Puntodewi menambahkan, UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar global. Ia pun menegaskan, Kemendag berkomitmen untuk terus mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan daya saing produk lokal di pasar internasional.
“Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting bagi UMKM Jawa Timur. Diharapkan langkah ini membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk bersaing di pasar internasional,” pungkas Dirjen Puntodewi.
Pelepasan ekspor ini juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arief Wibisono, Atase Perdagangan RI Tokyo Merry Indriasari, serta perwakilan Export Center Surabaya.
Jebolan GDI 2021
Perwakilan Green Galeria Indonesia mengapresiasi Kemendag dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi dan mendukung ekspor perdananya ke Jepang. Menurutnya, untuk memasuki pasar Jepang yang tidak mudah, diperlukan usaha keras serta kreasi dan inovasi. Untuk itu, Green Galeria Indonesia berusaha mempromosikan gaya hidup hijau yang berkolaborasi dengan alam, salah satunya dengan produk bopupot. Ini sesuai visi misi perusahaan yaitu “Make Green Indonesia And Beyond” Green Galeria.
Green Galeria Indonesia adalah salah satu penerima penghargaan ajang Good Design Indonesia (GDI) 2021 untuk produk bobupot. Bobupot didesain dengan memenuhi standar internasional dan menarik perhatian pasar global.
Sementara, GDI merupakan ajang penghargaan yang diberikan Kemendag kepada produk-produk yang memiliki estetika tinggi dan mengedepankan aspek fungsionalitas, keberlanjutan, serta daya saing global. Ajang ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas keunggulan desain dan inovasi produk lokal.