Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Layak Ditiru, Tingkatkan Ekonomi Lokal dan Jaga Ketahanan Pangan, Warga Perum Villa Mutiara Serpong Manfaatkan Lahan Kosong

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 23:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Layak Ditiru, Tingkatkan Ekonomi Lokal dan Jaga Ketahanan Pangan, Warga Perum Villa Mutiara Serpong Manfaatkan Lahan Kosong Doc: istimewa
Ket. Tingkatkan Ekonomi lokal serta membantu menjaga ketahanan pangan, warga Perumahan Villa Mutiara Serpong manfaatkan lahan kosong menjadi lebih produktif

JAKARTA-Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan alasan untuk tidak kreatif. Di tengah ancaman perubahan iklim yang  berdampak pada ketahanan pangan kisah inspiratif dilakukan warga Perumahan Villa Mutiara Serpong, Tangerang.

Warga setempat dipimpin koordinator kelompok tani Eusebius Verseli Beto memanfaatkan lahan kosong di lingkungan perumahan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan ketahanan pangan. 

Program ini melibatkan 18 petani yang bekerja bersama untuk menanam berbagai jenis tanaman seperti tomat, cabai, dan terong.

"Saat panen kelompok kelompok ini menghasilkan uang 50 juta rupiah," ucap Ersi Beto yang juga sebagai Dosen di Institut Teknologi PLN Jakarta tersebut pada Koran Jakarta, Selasa (25/3)

Program ini bertujuan untuk memberdayakan warga masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak terpakai.

 "Kami ingin memberikan contoh bahwa dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan sumber daya yang ada, kita dapat menciptakan peluang ekonomi produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal," ujar pria asal Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Hasil pertanian dari lahan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan warga sekitar, tetapi juga akan dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan para petani. 

Selain itu bertani dengan memanfaatkan lahan di kompleks perumahan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial antar warga.

Warga yang terlibat dalam program ini mengaku merasa lebih produktif dan termotivasi. "Program ini sangat membantu kami, tidak hanya untuk meningkatkan penghasilan, tetapi juga memberikan rasa kebersamaan dalam melestarikan lingkungan tanpa merusak alam," ujar Erwin Nahak salah satu petani.

Inisiatif ini menjadi contoh nyata bahwa keberlanjutan ekonomi dan ekologi dapat berjalan beriringan, terutama di tengah tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi area produktif, warga Villa Mutiara Serpong telah mengambil langkah maju dalam mendukung pertanian lokal dan pemberdayaan komunitas. 

Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk memaksimalkan potensi sumber daya di lingkungan perumahan mereka. Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dapat menciptakan dampak positif yang luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...

Trump Tawarkan Tiongkok Membeli Senjata Buatan AS

39 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Tawarkan Tiongkok Mem...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.