Andhie Fajar Arianto Resmi Jabat Asisten Intelijen Kejati Jateng
📅 Kamis, 08 Okt 2026, 15:55 WIB | Oleh: Henri pelupessySEMARANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) melakukan pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat eselon III. Pejabat yang dilantik di antaranya Dr. Andhie Fajar Arianto, SH, MH sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jateng dan Edi Winarko, SH, MH sebagai Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Jateng di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Kamis (8/10).
Dalam kesempatan yang sama, pejabat baru Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarnegara Sulasman, SH, MH juga dilantik dan diambil sumpah jabatannya.
Pelantikan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah, Waito Wongateleng, SH, MH, yang menegaskan,pergantian jabatan bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan merupakan penyerahan kepercayaan, tanggung jawab, dan amanah.
“Pelantikan bukan sekadar pergantian nama dan jabatan pada sebuah struktur organisasi. Pelantikan adalah penyerahan kepercayaan, penyerahan tanggung jawab, dan yang paling penting adalah penyerahan amanah,” tegas Waito dalam amanatnya.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas pokok dan fungsi, memetakan persoalan, melakukan mitigasi, serta segera bekerja.
Menurut Waito, pergantian pejabat tidak boleh membuat organisasi berhenti atau membutuhkan waktu terlalu lama untuk kembali bergerak.
“Segera pelajari, segera pahami, segera petakan permasalahan, segera lakukan mitigasi dan segera bekerja. Organisasi tidak boleh berhenti hanya karena pergantian pejabat,” pesannya.
Kepada Asintel Dr. Andhie Fajar Arianto, Waito memberikan penekanan khusus pada pentingnya memperkuat kemampuan deteksi dan peringatan dini.
Intelijen, kata dia, harus mampu membaca perkembangan situasi secara lebih cepat, termasuk berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas maupun kewibawaan institusi.
Ia juga meminta jajaran Intelijen membangun jejaring komunikasi dan koordinasi yang kuat.
Waito berharap fungsi Intelijen benar-benar mampu menjadi mata dan telinga pimpinan, sehingga dapat memberikan dukungan informasi yang akurat dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan tugas Kejaksaan.
Sementara kepada Aswas Edi Winarko,SH MH Waito menekankan pentingnya menjadikan bidang pengawasan sebagai instrumen untuk memastikan seluruh insan Adhyaksa bekerja sesuai aturan, berintegritas, profesional, dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin. Pengawasan, lanjut Waito, harus dilakukan secara objektif, profesional, proporsional dan berkeadilan. Pada saat yang sama, pengawasan harus mampu membangun budaya kerja yang sehat di lingkungan Kejaksaan.
“Pengawasan bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga marwah dan kehormatan institusi,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!