Jelang Lebaran, Bapanas Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying
Selasa, 25 Mar 2025, 08:58 WIBJAKARTA - Ramadan telah memasuki pekan keempat dan menjelang Lebaran, Pemerintah terus melakukan sejumlah langkah aksi stabilisasi pasokan dan harga pangan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi.Â
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Nita Yulianis pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Inflasi Daerah di Kementerian Dalam Negeri, Senin (24/3).
âBersama pemerintah daerah, kami terus mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menjadi salah satu andalan pemerintah sebagai stabilisator pangan pokok semakin digencarkan di tingkat daerah. Hingga saat ini (21 Maret 2025) telah terlaksana sebanyak 2.384 kali kegiatan di 31 Provinsi dan 224 Kab/Kota menggunakan APBN, APBD, maupun secara mandiriâ ujar Nita.Â
Sementara itu sebagai upaya menghadirkan pangan pokok agar lebih dekat ke masyarakat, pemerintah juga telah meluncurkan Operasi Pasar Pangan Murah yang dipusatkan melalui jaringan Kantor PT Pos Indonesia se-Indonesia.Â
âOperasi Pasar Pangan Murah ini berkolaborasi dengan lintas K/L, BUMN Pangan, dan pelaku usaha pangan, telah terlaksana di 3.158 titik dari target total 6.845 titik. Periode pelaksanaan OP Pangan Murah pada 24 Februari-29 Maret 2025â tutur Nita.
Strategi aksi lainnya dilaksanakan dengan memaksimalkan kerja sama antar daerah dalam bentuk program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan memperbanyak penyebaran Kios Pangan sebagai alternatif masyarakat dalam mengakses pangan pokok strategis yang berkualitas dengan harga terjangkau juga terus digalakkan bersama pemerintah daerah.Â
âHingga saat ini, terdapat 484 kios pangan di 32 provinsi dan 108 kabupaten/kota yang menyediakan bahan pangan pokok setiap hari dengan harga terjangkau,â kata Nita.
Panic Buying
Menutup paparannya, Nita Yulianis mengungkapkan bahwa ketersediaan komoditas pangan pokok strategis secara umum mencukupi dan mengimbau agar masyarakat berbelanja bijak sesuai kebutuhan, tidak perlu panic buying. Pada saat yang sama, Nita juga mengingatkan agar semua pihak melakukan upaya stop boros pangan.Â
"Ramadan menjadi momentum yang pas untuk mengubah kebiasaan kita dari yang kerap menyisakan makanan, menjadi lebih menghargai makanan dengan menghabiskannya. Selain itu, langkah stop boros pangan bisa dimulai dari cara berbelanja yang bijak, yaitu berbelanja sesuai kebutuhan saja," terang Nita.Â
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa GPM dan operasi pasar ini akan terus dijalankan hingga menjelang lebaran, sehingga masyarakat bisa beribadah lebih tenang, dan lebih khusyuk. Â
âGerakan Pangan Murah, operasi pasar, ini untuk masyarakat luas ya, pemerintah hadir untuk menyediakan bahan pangan yang terjangkau. Adapun terkait ketersediaan pangan, itu cukup dan aman. Sudah kita hitung semua. Tinggal kita pastikan distribusinya merata dan sampai ke semua titik," ujar Arief.
âJadi Ramadan tenang dan menyenangkan seperti arahan Bapak Presiden dapat terwujud. Tenangnya seperti apa, bahwa harga-harga akan terjangkau dan tersedia bagi masyarakat,â lanjut Arief.
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
- Ramadan Idul Fitri (RAF)
- Gerakan Pangan Murah (GPM)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Wapadai Lonjakan Harga, DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah
-
Industri Tekstil dan Alas Kaki Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Ramadhan dan Idul Fitri
-
RPH Jual Ayam di Atas Harga Acuan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Langsung Turun Tangan
-
Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
-
Tegas! Kepala Bapanas Ingatkan: Jangan Ada yang "Bermain-main" di Rantai Distribusi Pangan
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Pasokan Dalam Negeri Dipastikan Aman Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.