Pemerintah Tetapkan Lima Kebijakan Ekonomi Biru, Langkah Strategis untuk Laut dan Perekonomian Nasional

Minggu, 23 Mar 2025, 13:40 WIB

JAKARTA – Sumber daya laut perlu dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, serta memastikan keadilan sosial. Ekonomi biru ini melibatkan berbagai sektor seperti perikanan, akuakultur, energi terbarukan (seperti energi angin laut dan gelombang), pariwisata laut, serta pengelolaan ekosistem laut yang sehat.

Tujuan utama dari ekonomi biru adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak merusak lingkungan laut, melainkan justru berusaha melestarikan dan memperbaiki kondisi lingkungan tersebut. Konsep ini juga bertujuan untuk mengurangi polusi laut dan mendorong penggunaan sumber daya alam secara efisien dan ramah lingkungan.

Ket. Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. — Sumber: ANTARA/HO-Humas KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan menetapkan lima kebijakan ekonomi biru untuk menjaga ekosistem perikanan sebagai salah satu sumber pangan, serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara.

“Menjaga ekologi ini penting sekali, karena kalau sudah rusak, dampaknya tidak hanya membahayakan kelangsungan ekosistem di dalamnya, kehidupan kita juga terancam,” kata Trenggono dalam keterangan di Jakarta, Minggu (23/3).

Ia menyebut bahwa kelima program ekonomi biru tersebut, yakni pertama perluasan kawasan konservasi laut, kedua penangkapan ikan terukur (PIT) berbasis kuota, ketiga pengembangan budi daya perikanan di pesisir darat dan laut.

Program ekonomi biru keempat, yakni pengawasan dan pengendalian pemanfaatan pesisir dan pulau-pulau kecil, dan kelima pengentasan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan.

Sektor kelautan dan perikanan mampu berkontribusi maksimal pada sistem ketahanan pangan nasional.

Sektor tersebut rata-tara per tahunnya mampu menghasilkan lebih dari 20 juta ton produk, yang bersumber dari hasil tangkapan sekitar 7 juta ton, budi daya sebesar 5 - 6 juta ton, serta rumput laut di kisaran 9 juta ton.

"Melalui kebijakan ekonomi biru, produktivitas tersebut terus ditingkatkan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), termasuk kualitas dan mutu produk yang dihasilkan," ujar Trenggono.

Menteri Trenggono optimistis, pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang ramah lingkungan akan berkontribusi maksimal pada pencapaian target swasembada pangan yang sudah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meraih penghargaan Maritime Leadership Excellence in Food Security Award dalam acara Food Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (19/3).

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Menteri Trenggono dalam mewujudkan masa depan pangan biru Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin menambahkan bahwa selain fokus meningkatkan produksi dan mutu hasil perikanan, KKP juga terus memperbaiki sistem pengawasan berbasis satelit dengan mengembangkan ocean big data dan neraca sumber daya laut.

Pengembangan perangkat teknologi tersebut di antaranya untuk menekan praktik ilegal fishing yang berdampak buruk pada pertumbuhan populasi dan ekosistem perikanan, monitoring ekosistem karbon biru, hingga mengawasi kegiatan di ruang laut yang menyalahi aturan.

“Pak Menteri Trenggono di periode keduanya di KKP berupaya mengakselerasi program-program ekonomi biru untuk mendukung pencapaian target swasembada pangan dan pertumbuhan ekonomi 8 persen," kata Doni.

"Sinergi dengan lintas sektor pun terus beliau galang demi memastikan sektor kelautan dan perikanan melaju ke arah yang lebih baik,” tambah Doni.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Menggila! Kalsel Bentuk Tim Khusus untuk Tangani 3 Lokasi Prioritas

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.