Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Peringati 30 Tahun Serangan Gas Sarin di Kereta Bawah Tanah Tokyo

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Peringati 30 Tahun Serangan Gas Sarin di Kereta Bawah Tanah Tokyo Doc: Kyodo
Ket. Shizue Takahashi meletakkan bunga di stasiun bawah tanah Tokyo, suaminya tewas dalam serangan gas sarin 1995.

TOKYO - Jepang pada hari Kamis (20/3) memperingati 30 tahun serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo yang menewaskan lebih dari selusin orang dan melukai lebih dari 5.800 orang.

Sekelompok kecil pekerja kereta bawah tanah Tokyo akan menggelar upacara tahunan yang khidmat di stasiun Kasumigaseki di jantung distrik pemerintahan ibu kota, salah satu dari beberapa area yang menjadi sasaran pembantaian tahun 1995.

Para korban dan pakar memperingatkan kelompok sesat di balik serangan terkoordinasi ini masih aktif dan merekrut kaum muda.

Pada tanggal 20 Maret 1995, lima anggota aliran Aum Shinrikyo menjatuhkan kantong-kantong berisi gas saraf sarin yang dikembangkan Nazi di dalam kereta komuter pagi, menusuk kantong-kantong itu dengan ujung payung yang tajam sebelum melarikan diri.

Kereta terus melaju, menjebak penumpang di dalamnya dengan asap yang mematikan.

Begitu kereta berhenti, penumpang mengalir keluar stasiun sambil muntah-muntah dan kesulitan bernapas, sementara petugas darurat memberikan perawatan di pinggir jalan.

Serangan gas sarin itu menewaskan 13 orang, sementara korban ke-14 meninggal pada tahun 2020 setelah mengalami kerusakan otak parah akibat serangan itu.

Lebih dari 5.800 lainnya terluka, banyak di antaranya masih menderita masalah penglihatan, kelelahan, dan trauma psikologis.

Pemimpin sekte, Shoko Asahara, yang berambut liar dan hampir buta, dieksekusi pada tahun 2018 bersama 12 pengikutnya atas serangan dan kejahatan kekerasan lainnya.

Asahara, yang bernama asli Chizuo Matsumoto, mengajarkan kiamat akan datang dan pembunuhan dapat mengangkat jiwa ke alam yang lebih tinggi.

Sekte Aum telah dibubarkan, tetapi pemimpinnya yang telah meninggal masih disembah oleh sekitar 1.600 anggota kelompok penerusnya di Jepang.

Para ahli memperingatkan kelompok tersebut menjangkau kaum muda secara rahasia baik langsung maupun melalui media sosial dan aplikasi perpesanan, mereka juga menyebarkan postingan yang mengatakan kejahatan Aum telah digambarkan secara keliru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.