Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Evaluasi Mitigasi Pasar Tradisional

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Evaluasi Mitigasi Pasar Tradisional Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Pedagang mengumpulkan barang dagangan yang masih bisa dimanfaatkan usai kebakaran melanda Pasar Poncol di Kawasan Bungur, Jakarta Pusat, Selasa (18/3). Kebakaran yang menghanguskan 35 unit kios di pasar tersebut diduga terjadi akibat korsleting listrik.

JAKARTA – Untuk mencegah lebih banyak kebakaran, maka perlu ada evaluasi atas sistem mitigasi kebakaran pasar tradisional. “Harapannya, agar kebakaran seperti Pasar Poncol, Jakarta Pusat, tidak terulang,” tutur Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, Selasa (18/3).

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk perbaikan ke depan. Menurutnya, sistem mitigasi kebakaran pasar harus dievaluasi menyeluruh. Dia menyebut terkait alat pemadam api ringan (APAR), tandon air, serta alur listrik, sehingga kejadian serupa tak terjadi.

Arifin menandaskan, mitigasi kebakaran memang wajib diterapkan di setiap tempat rawan karena bisa menekan kerugian bila terjadi kebakaran. Dia juga mengimbau pelaku usaha di Pasar Senen harus selalu waspada, agar tak terjadi kebakaran. “Perlu waspada dan perlu antisipasi, agar kejadian serupa tak terjadi,” katanya.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi Selasa dini hari di Pasar Poncol, Jakarta Pusat, menghanguskan kurang lebih 35 kios. Penyebabnya diduga korsleting (arus pendek) listrik. “Kurang lebih 35 kios yang terbakar,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, Asril Rizal.

Menurut Asril, petugas menerima laporan kebakaran Pasar Poncol Selasa dini hari pukul 03.20 WIB. Petugas langsung menuju lokasi kebakaran. Asril menyebut, lima menit kemudian, pukul 03.25 WIB petugas tiba di lokasi dan langsung berjibaku memadamkan api yang terus membakar kios.

Satu jam kemudian tepatnya pada jam 04.20 WIB, kata Asril, api dapat dilokalisasi dan pada pukul 05.20 WIB proses pendinginan. “Api bisa dikatakan padam pukul 06.52 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, petugas langsung membersihkan puing-puing kebakaran Pasar Poncol agar para pedagang bisa kembaliu berjualan. “Mereka masih tetap ingin berjualan sampai lebaran. Maka, kami minta camat dan Sudin LH untuk kerja bakti membersihkan puing-puing,” ujar Wali Kota Arifin. Wali Kota juga menginstruksikan pembersihan bisa segera dilakukan agar para pedagang dapat kembali berjualan.

Menurut Arifin, dengan pembersihan tersebut, aktivitas ekonomi masih dapat terus berjalan. Jika kemarin belum rampung, pembersihan puing dilanjutkan hari ini. Arifin mengungkapkan, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) juga sudah dikerahkan oleh camat untuk membersihkan Pasar Poncol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.