Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas: Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal untuk Gizi Nasional

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 15:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas: Penganekaragaman Konsumsi Pangan Lokal untuk Gizi Nasional Doc: ANTARA/Humas Bapanas

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan perlunya konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) sebagai salah satu strategi utama menjaga ketahanan pangan dan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

"Penganekaragaman konsumsi pangan menjadi pilar penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan kualitas gizi masyarakat Indonesia," kata Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (19/3).

Dia menyampaikan, salah satu kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah adalah melalui Perpres Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

"Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah dan luas terhadap pangan sehat, sekaligus meningkatkan perputaran roda ekonomi regional,“ ujar dia.

Namun, dia mengatakan bahwa tantangan dalam mengubah pola konsumsi masyarakat diakui masih cukup besar. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih intensif dengan pendekatan yang menarik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Sosialisasi pola konsumsi B2SA melalui program B2SA Goes to School serta Desa B2SA dan Rumah Pangan B2SA menjadi beberapa opsi yang diambil Bapanas untuk memperkenalkan pola makan sehat sejak dini serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengonsumsi pangan lokal.

Lebih lanjut, Rinna menegaskan bahwa pada tahun 2025, Bapanas berkomitmen mengembangkan Desa B2SA dan memperluas cakupan Rumah Pangan B2SA sebagai langkah strategis dalam mendorong penganekaragaman konsumsi pangan. Program Desa B2SA sendiri akan menyasar 809 lokasi di 50 kabupaten/kota.

Sementara Rumah Pangan B2SA akan dilaksanakan menggunakan dana dekonsentrasi untuk 47 lokasi di seluruh Indonesia. Adapun lokasi yang dipilih merupakan prioritas utama dalam upaya penanganan daerah rentan rawan pangan, sejalan dengan visi pemerataan akses pangan B2SA bagi seluruh masyarakat.

Kebijakan penganekaragaman pangan tidak hanya berfokus pada aspek konsumsi, tetapi juga pada penguatan sistem logistik.

Bapanas memastikan ketersediaan pangan lokal di seluruh daerah, termasuk melalui pendampingan, pelatihan dan fasilitasi distribusi pangan lokal bagi UMKM dan usaha mikro lainnya.

"Dengan demikian, akses pangan dapat dioptimalkan sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat dari keanekaragaman pangan kita,” tambah Rinna.

Lebih lanjut Rinna mengungkapkan bahwa aspek keamanan pangan pun dijamin melalui pengawasan pre market dan post market. Beberapa diantaranya melalui program Pasar Pangan Segar Aman (PAS AMAN) yang menyasar pada pasar tradisional sebagai upaya pengawasan keamanan pangan pasar rakyat.

Selain itu, Bapanas juga menyediakan website yang berisi informasi tentang produk yang telah lolos sertifikasi keamanan pangan sehingga dapat menjadi acuan masyarakat untuk belanja produk makanan yang dapat diakses secara gratis melalui sipsat.badanpangan.go.id.

Upaya penganekaragaman konsumsi pangan pun diukur melalui berbagai indikator, termasuk skor Pola Pangan Harapan (PPH).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.