Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temporer, Belanja Kelas Menengah Diperkirakan Meningkat Jelang Lebaran

📅 Senin, 17 Mar 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Temporer, Belanja Kelas Menengah Diperkirakan Meningkat Jelang Lebaran Doc: istimewa
Ket. Nur Aini Hidayati Pengamat Ekonomi dari Universitas Airlangga - Masyarakat mesti bijak. Selama ini katanya pekerja kerap boros karena kurangnya skala prioritas dalam berbelanja.

JAKARTA - Kebijakan Pemerintah yang meminta semua instansi termasuk perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran baik kepada jajaran Aparat Sipil Negara (ASN) maupun karyawan swasta diperkirakan akan meningkatkan belanja kelas menengah terutama menjelang Lebaran. 

Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengungkapkan, ketika ada pembayaran THR, maka akan ada tambahan pendapatan disposibel bagi masyarakat.

“Pendapatan disposibel meningkatkan belanja kelas menengah dan menengah bawah secara langsung. Hal itu karena pendapatan mereka sebagian besar akan dibelanjakan kembali,” kata Nailul.

Dia mengakui dampak dari kebijakan itu memang temporer hanya di Bulan Ramadhan dan Lebaran saja. Pasca itu, biasanya daya beli akan kembali terkoreksi. Sama seperti di tahun lalu dimana pertumbuhan konsumsi rumah tangga di triwulan yang ada fenomena Ramadhan-Lebaran, lebih tinggi dibandingkan triwulan lainnya.

“Tahun ini nampaknya juga triwulan 1 pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga di triwulan lainnya,” kata Nailul.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau pengusaha untuk melakukan proses pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Imbauan itu disampaikannya dalam rangka menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

THR katanya wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam asosiasi tersebut sudah mempersiapkan diri untuk membayarkan THR sesuai aturan yang berlaku.

Mesti Bijak

Secara terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Nur Aini Hidayati, mengatakan, meskipun THR dapat menigkatkan belanja penerimanya, masyarakat mesti bijak dalam mengelola THR. Selama ini katanya pekerja kerap boros karena kurangnya skala prioritas dalam berbelanja.

“Mereka cenderung mengutamakan keinginan bukan kebutuhan, ini sangat salah kaprah sehingga mengakibatkan THR habis sebelum kebutuhan primer terpenuhi. Jangan sampai kita terlena membelanjakan uang THR sembarangan tanpa rancangan skala prioritas yang tepat,” kata Nur Aini.

Sementara itu, pengamat Kebijakan Publik dan Ekonomi I Dosen FEB UPN Veteran Jakarta, Freesca Syafitri menilai kebijakan pemberian THR memang mendorong peningkatan konsumsi, apalagi pemerintah memperluas cakupannya hingga pekerja mandiri (informal).

Kebijakan pemerintah dalam memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja mandiri seperti pengemudi ojek online dan kurir adalah langkah positif yang mengakui peran mereka dalam ekonomi digital. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama terkait skema yang ambigu dan potensi kecurangan oleh aplikator seperti Gojek, Grab, dan Maxim. “Kebijakan ini perlu dipastikan tidak hanya sebagai formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pekerja mandiri,”tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Polisi India Tangkap Para P...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.