Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Desa di Manggarai Barat Diminta Proaktif Laporkan Bencana Alam

📅 Minggu, 14 Des 2025, 07:05 WIB | Oleh:
Kepala Desa di Manggarai Barat Diminta Proaktif Laporkan Bencana Alam Doc: antara foto
Ket. Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng

LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau para kepala desa (kades) yang tersebar di 12 kecamatan di daerah itu agar proaktif melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait peristiwa bencana alam agar penanganan dapat secepatnya dilakukan.

"Begitu dengar ada bencana alam kades langsung ke lokasi untuk cek, lalu foto dan laporkan ke BPBD untuk segera ditangani," kata Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng dihubungi di Labuan Bajo, Sabtu (13/12).

Ia menambahkan, BPBD Manggarai Barat telah menyiapkan posko antisipasi dampak cuaca ekstrem guna menanggulangi bencana alam yang berpotensi terjadi dalam musim hujan  2025 hingga awal  2026.

BPBD Manggarai Barat juga telah mengeluarkan surat imbauan bagi para kades dan camat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Ia juga menjelaskan, usai memberikan laporan bencana alam, nantinya personel BPBD Manggarai Barat akan segera melakukan penanganan bencana.

Jika bencana alam tersebut membutuhkan penanganan lebih lanjut, kata dia, maka BPBD Manggarai Barat melaporkan kejadian itu kepada pemerintah daerah guna penetapan status bencana oleh surat keputusan bupati.

"Pemerintah daerah ada dana tidak terduga (BTT), tapi pemanfaatan dana ada mekanismenya yakni mereka lapor segera, BPBD setelah turun lokasi tetapkan sebagai bencana, lalu buat segera ke bupati untuk tetapkan sebagai bencana," ungkapnya.

Ia menjelaskan, hampir seluruh wilayah Manggarai Barat berpotensi terdampak cuaca ekstrem. Pada perairan laut di Kecamatan Komodo dan Boleng berpotensi gelombang tinggi dan di wilayah daratan berpotensi longsor, angin puting beliung, hingga banjir bandang.

Sebagai langkah mitigasi dampak cuaca ekstrem, pada  November 2025 Pemkab Manggarai Barat telah memerintahkan dinas kesehatan setempat untuk menyediakan obat-obatan di seluruh kecamatan guna mengantisipasi berbagai penyakit yang muncul dalam musim hujan.

"Karena dalam perubahan iklim akan ada peningkatan penyakit seperti flu, diare jadi stok obat harus siap dan kami minta masyarakat untuk tingkatkan kebersihan lingkungan sehingga lingkungan bersih, jangan ada air tergenang dan kalau sakit segera ke puskesmas atau hubungi petugas," ungkapnya.

Ia juga mendorong agar seluruh organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal di Manggarai Barat agar bekerja sama guna mengantisipasi dan menanggulangi dampak cuaca ekstrem.

"Kami juga selalu koordinasi dengan KSOP dan BMKG, lalu pekan depan kami akan rapat menyikapi potensi bencana hidrometeorologi dan persiapan natal dan tahun baru, harapan kami seluruh pihak bersiap jika ada bencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.