Penelitian Temukan Melihat Gambar-Gambar Alam Dapat Mengurangi Rasa Sakit
Senin, 17 Mar 2025, 17:15 WIBPARIS - Sekadar memandang alam â atau sekadar melihat gambar digitalnya â dapat meredakan nyeri, menurut penelitian baru yang memindai otak orang yang menerima sengatan listrik.
Banyaknya manfaat kesehatan dari alam telah didokumentasikan oleh penelitian selama puluhan tahun.
Lebih dari 40 tahun yang lalu, sebuah studi perintis menunjukkan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit membutuhkan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit dan pulih lebih cepat ketika mereka melihat ke luar jendela ke ruang hijau daripada dinding bata.
âNamun hingga kini, alasan yang mendasari efek ini masih belum jelas,â kata Maximilian Steininger, seorang ahli saraf di Universitas Wina dan penulis utama sebuah studi yang diterbitkan di Nature Communications edisi 13 Maret lalu.
Masalahnya adalah bahwa sifat dan rasa sakit bisa bersifat subjektif. Karena orang-orang menyukai alam, hal itu bisa jadi memiliki efek plasebo. Atau bagaimana jika bukan alam yang mengurangi rasa sakit, tetapi kehidupan kota yang meningkatkannya?
Untuk mengetahui lebih lanjut, para peneliti merekam aktivitas otak 49 relawan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fRMI). Subjek melihat gambar yang berbeda sambil menerima serangkaian sengatan listrik â beberapa lebih menyakitkan daripada yang lain â di punggung tangan kiri mereka.
Adegan pertama menggambarkan sebuah danau yang dikelilingi pepohonan yang bergoyang tertiup angin, sementara suara gemerisik dedaunan dan kicauan burung terdengar di latar belakang.
Pada adegan kedua, beberapa elemen perkotaan seperti gedung, bangku, dan gang ditambahkan, sementara kebisingan kota ikut mengganggu.
Pemandangan ketiga adalah sebuah kantor, disertai perabotan kusam dan suara bising pekerjaan.
Partisipan tidak hanya melaporkan rasa sakit yang berkurang saat melihat pemandangan alam, pemindaian fMRI menunjukkan adanya perbedaan pada otak mereka.
"Studi kami adalah yang pertama kali memberikan bukti dari pemindaian otak bahwa ini bukan sekadar efek plasebo," kata Steininger dalam sebuah pernyataan.
Pemandangan alam memicu penurunan aktivitas di bagian otak yang terlibat dalam persepsi nyeri, yang disebut nociception. Namun, area lain yang terkait dengan pengaturan nyeri tidak terpengaruh secara signifikan.
Para peneliti mengatakan hasil ini mungkin terjadi karena lingkungan alam menarik perhatian orang, mengalihkan mereka dari sensasi rasa sakit. Hal ini dikenal dalam psikologi sebagai âteori pemulihan perhatianâ.
âFakta bahwa efek penghilang rasa sakit ini dapat dicapai melalui paparan alam virtual yang mudah dilakukan memiliki implikasi praktis yang penting,â kata rekan penulis studi Alex Smalley dari Universitas Exeter di Inggris. âHal ini juga membuka jalan baru bagi penelitian untuk lebih memahami bagaimana alam memengaruhi pikiran kita,â imbuh dia. SB/AFP/I-1
- Hasil Penelitian
- Alam Bebas
- Pereda Nyeri
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Presiden Jose Jeri Digulingkan
-
Studi: Anak-anak yang Dipukul Orangtua Mereka Cenderung Menjadi Pelaku Perundungan, Mengalami Kesulitan Belajar di Sekolah
-
Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Motor Listrik dari Pakar Otomotif
-
Varises Tak Sekadar Masalah Estetika, Ini Risiko dan Cara Penanganannya
-
Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas
-
Tegas, Kemenhub Berikan Sanksi Bagi Angkutan Barang Langgar SKB
-
Debarkasi Hasanuddin Makassar Melayani 1.949 Jamaah Haji Lansia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.