Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ramadan Bawa Cuan! Perajin Kolang-Kaling Lebak Panen Rezeki

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 09:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ramadan Bawa Cuan! Perajin Kolang-Kaling Lebak Panen Rezeki Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Pedagang kolang-kaling di Pasar Rangkasbiting Kabupaten Lebak tampak ramai pada bulan Ramadhan karena permintaan konsumen untuk makanan berbuka puasa.

LEBAK - Kolang-kaling menjadi salah satu bahan makanan yang populer selama bulan puasa, terutama untuk takjil dan minuman segar saat berbuka. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang menyegarkan membuatnya cocok dikombinasikan dengan berbagai hidangan.

Kolang-kaling bukan hanya lezat tetapi juga penuh manfaat, menjadikannya pilihan sempurna untuk berbuka puasa. Dengan berbagai cara penyajian, hidangan ini bisa menjadi favorit di meja Ramadan.

Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi membawa berkah bagi perajin kolang-kaling di Lebak Banten sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga pedesaan, bahkan kini mereka kewalahan melayani permintaan konsumen. 

"Semua warga di sini kebanyakan perajin kolang-kaling dan sudah ditampung oleh konsumen dari luar daerah," kata Gezi (45), seorang perajin di Kalanganyar Kabupaten Lebak, Jumat (14/3).

Kolang-kaling adalah buah enau --sudah dikupas-- bentuknya kecil agak bulat, berwarna putih bening, untuk bahan campuran kolak dan es campur atau makanan lain yang sangat diminati saat Ramadhan.

Saat ini, dirinya bersama warga lainnya memproduksi kolang-kaling untuk melayani pelanggan tetap khususnya pedagang penampung di pasar Kebayoran, Palmerah, Serpong, Tangerang juga Parung Panjang.

Para penampung kolang-kaling yang dipesan nantinya dijual secara eceran oleh mereka.

Perajin menjual kolang-kaling ke konsumen itu Rp8.000 ribu per kilogram dan jika terjual dua ton sehingga menghasilkan pendapatan Rp16 juta/hari.

Dari pendapatan Rp16 juta itu bisa meraup keuntungan bersih Rp1,5 juta per hari setelah dipotong biaya modal, upah pekerja dan transportasi.

Ia mendapatkan kolang-kaling dari pohon aren dari Kecamatan Sobang, Muncang, Citorek, Leuwidamar, hingga Gunungkencana.

Produksi kolang-kaling itu bisa menyerap tenaga kerja hingga lima orang dan bisa membantu ekonomi keluarga mereka dengan pendapatan upah Rp120 ribu per hari.

"Kami sudah 15 tahun sebagai perajin kolang-kaling pada bulan Ramadhan dan jika bulan biasa berjualan sayuran," katanya.

Begitu juga perajin kolang-kaling lainnya, Yayan warga Cigemblong Kabupaten Lebak mengatakan dirinya merasa kewalahan melayani permintaan konsumen yang datang ke daerah mereka yang kebanyakan pedagang eceran dan sudah menjadi langganan setiap Ramadhan.

Namun, pihaknya hanya mampu memproduksi kolang-kaling sebanyak 1 ton per hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.