Kasus Mega Korupsi Pertamina, Ahok Diperiksa Kejagung, Pengamat Ingatkan Ancaman Mafia Migas

Sabtu, 15 Mar 2025, 00:25 WIB

Mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akhirnya diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi dalam kasus dugaan mega korupsi di Pertamina. Namun, dari pemeriksaan tersebut, Ahok mengaku tidak banyak memberikan informasi yang relevan. Bahkan, ia menyebut bahwa penyidik Kejagung memiliki data yang lebih lengkap dibanding dirinya.

Sebelum pemeriksaan berlangsung, publik dihebohkan dengan beredarnya rekaman yang diduga hasil penggeledahan di rumah pengusaha Riza Chalid, yang kemudian dikaitkan dengan dugaan perampokan uang negara hingga hampir Rp 1.000 triliun. Berdasarkan hasil penggeledahan tersebut serta pengakuan sembilan tersangka, dugaan korupsi ini disebut melibatkan jaringan terorganisir yang mencakup elit pemerintahan, aparat keamanan, dan pengusaha.

Ket. Foto: — Sumber: Pexels

Pengamat Ekonomi Energi UGM sekaligus mantan anggota Tim Anti Mafia Migas, Dr. Fahmy Radhi, MBA, menilai bahwa sejak rekaman tersebut mencuat, belum ada pihak yang membantah atau membenarkan isinya. Ia menekankan bahwa pola perampokan uang negara ini menyerupai modus operasi Mafia Migas di Petral, anak perusahaan Pertamina yang berkedudukan di Singapura.

Saat itu, Tim Anti Mafia Migas yang diketuai oleh almarhum Faisal Basri menemukan indikasi korupsi dalam praktik bidding dan markup blending impor BBM Premium (RON 88) yang dilakukan oleh Petral. Namun, karena tidak memiliki kewenangan penyidikan, tim ini hanya bisa melaporkan temuannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam diskusi saat penyerahan laporan, KPK mengakui memiliki informasi serupa, tetapi kesulitan menyelidiki lebih lanjut karena posisi Petral berada di luar yurisdiksi Indonesia, yakni di Singapura.

Akhirnya, Tim Anti Mafia Migas hanya merekomendasikan agar pemerintah menghentikan impor BBM Premium dan membubarkan Petral, yang saat itu diduga menjadi sarang Mafia Migas. Presiden Joko Widodo akhirnya menyetujui dan mendukung pembubaran Petral. Namun, sejak saat itu, penyidikan atas kasus ini terhenti, dan tidak ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Fahmy mengingatkan agar kasus mega korupsi Pertamina tidak bernasib sama seperti skandal Petral, yang penyelidikannya menguap begitu saja. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus memiliki komitmen kuat untuk membongkar kasus ini secara tuntas. "Semua pihak tentu berharap Presiden Prabowo serius dalam menyelesaikan kasus ini. Siapa pun yang terlibat dalam jaringan terorganisir ini harus ditindak tegas secara hukum," pungkasnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.