Paus Fransiskus Genap 12 Tahun Pimpin Gereja Katolik

Jumat, 14 Mar 2025, 01:00 WIB

VATIKAN - Paus Fransiskus menandai 12 tahun sebagai pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia pada Kamis (13/3). Meski tampaknya sudah pulih setelah dirawat selama sebulan di rumah sakit, tetapi kesehatannya masih belum bisa menjamin masa depannya.

Paus berusia 88 tahun itu sempat sakit kritis saat berjuang melawan pneumonia di kedua paru-parunya saat di rumah sakit Gemelli di Roma, tempat ia dirawat sejak 14 Februari.

Ket. Foto: Sejumlah pria berdoa di depan patung Yohanes Paulus II di luar rumah sakit Gemelli tempat Paus Fransiskus dirawat karena pneumonia, di Roma, Kamis (13/3). — Sumber: afp/Tiziana FABI

Kondisi Paus asal Argentina itu telah membaik sejak saat itu, dan Vatikan juga sudah mengkonfirmasi kondisinya stabil pada Rabu (12/3) malam. Kini, pembicaraan beralih pada kapan ia akan diperbolehkan pulang.

Namun, rawat inapnya, yang merupakan yang terlama dan paling menegangkan selama masa kepausannya, telah menimbulkan keraguan serius tentang kemampuannya untuk memimpin hampir 1,4 miliar umat Katolik di dunia.

Sebelum jatuh sakit, Paus Fransiskus bersikeras untuk tidak mengalah pada usianya atau kesehatannya yang semakin rapuh, yang membuatnya mulai menggunakan kursi roda sejak tiga tahun lalu.

Paus memiliki jadwal harian yang padat yang diselingi dengan perjalanan ke luar negeri yang sering, terutama tur 12 hari ke kawasan Asia-Pasifik pada September. Dalam lawatan itu, dia memimpin misa terbuka yang besar.

Namun, para ahli mengatakan pemulihannya bisa memakan waktu berminggu-minggu mengingat usianya dan masalah kesehatan yang berulang, yang tidak terbantu oleh pengangkatan sebagian paru-parunya saat dia masih muda.

"Sisa masa kepausannya masih menjadi tanda tanya untuk saat ini, termasuk bagi Fransiskus sendiri," kata Pastor Michel Kubler, seorang ahli Vatikan dan mantan pemimpin redaksi surat kabar keagamaan Prancis, La Croix.

"Beliau tidak tahu seperti apa hidupnya nanti setelah kembali ke Vatikan. Jadi, tidak diragukan lagi, dia memiliki pilihan untuk mengundurkan diri jika dia tidak mampu lagi," kata Kubler kepada AFP.

Paus Fransiskus selalu membuka peluang untuk mengundurkan diri jika kesehatannya memburuk, mengikuti jejak Benediktus XVI. Ketika mundur pada 2013, Benediktus XVI menjadi paus pertama sejak Abad Pertengahan yang mengundurkan diri secara sukarela. Namun ia baru-baru ini membuang jauh-jauh gagasan itu, dan menegaskan bahwa pekerjaannya berlaku seumur hidup.

Selama di rumah sakit, Fransiskus telah mendelegasikan misa kepada para kardinal senior, tetapi tetap bekerja, termasuk menandatangani dekrit dan menerima kunjungan rekan dekat.

Namun, ia telah melewatkan satu bulan acara untuk Yubelium 2025, tahun suci yang diselenggarakan oleh Paus. Tahun suci itu diperkirakan akan menarik 30 juta peziarah tambahan ke Roma dan Vatikan. Dan sulit untuk membayangkan ia akan cukup sehat untuk memimpin program acara penuh untuk Paskah, periode paling suci dalam kalender Kristen yang akan berlangsung kurang dari enam pekan lagi.

Banyak yang percaya bahwa Fransiskus, yang tidak terlihat di depan umum sejak ia dirawat di rumah sakit, harus mengubah arah.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.