- Home
-
- Luar Negeri
-
- Beijing Peringatkan Inggri...
Beijing Peringatkan Inggris Agar Tidak Provokasi
Rabu, 12 Mar 2025, 02:20 WIBBEIJING - Tiongkok pada Selasa (11/3) memperingatkan Inggris agar tidak memprovokasi ketegangan di Laut Tiongkok Selatan (LTS) setelah Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyebut tindakan Beijing di perairan yang disengketakan itu â,berbahaya dan mengganggu stabilitas.
Dalam sebuah video yang sebagian direkam di samping kapal milik Penjaga Pantai Filipina, Menlu Lammy pada Senin (10/3) mengutuk kegiatan oleh Beijing di LTS.
âKami prihatin dengan aktivitas berbahaya dan mengganggu stabilitas yang dilakukan Tiongkok di kawasan ini,â kata Menlu Lammy dalam video yang dibagikan di media sosial X.
âFilipina berada di garis depan terkait hal ini, menghadapi tantangan yang sering terjadi terhadap kebebasan navigasi dan hukum internasional. Pertumbuhan di Inggris dan di seluruh dunia bergantung pada keamanan dan kepastian rute perdagangan ini,â imbuh Menlu Inggris.
Tiongkok mengklaim hampir keseluruhan jalur perairan penting yang strategis itu, meskipun ada keputusan internasional yang menyatakan klaimnya tidak memiliki dasar hukum.
Saat ditanya tentang komentar menlu Lammy, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Mao Ning, mengatakan Inggris harus menghormati kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim Tiongkok di LTS dan menahan diri dari memprovokasi ketegangan atau menebar perselisihan atas sengketa regional.
âLTS saat ini merupakan salah satu rute maritim teraman dan terbebas di dunia,â kata Mao.
Beijing telah mengerahkan kapal angkatan laut dan penjaga pantai dalam upaya untuk menghalangi Filipina menjangkau terumbu karang dan pulau-pulau penting di LTS, yang menyebabkan serangkaian konfrontasi dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam pertemuan pada Sabtu (8/3) lalu dengan mitranya dari Filipina, Enrique Manalo, Inggris dan Filipina menandatangani kerangka kerja bersama untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan maritim.
âKerangka kerja bersama ini akan membantu kita memberikan lebih banyak kerja sama di bidang pertahanan, keamanan regional, perdagangan, sains, teknologi, iklim, dan alam selama periode mendatang,â ucap Menlu Lammy pada konferensi pers di Manila.
Kesepakatan ini dibuat menyusul kesepakatan antara Filipina dan Kanada pekan lalu untuk meningkatkan kemitraan keamanan mereka, dan merupakan pakta terbaru yang diupayakan Manila dalam menghadapi bentrokan yang sering terjadi dengan penjaga pantai Tiongkok.
Selain dengan Inggris dan Kanada, Filipina juga memiliki perjanjian serupa dengan Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pedagang Keluhkan Dugaan Mafia Kios di Pasar Pramuka, Jakarta Timur
-
Pemkot Palembang Menyiapkan 850 Personel untuk Memperlancar Mudik 2026
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
-
Rekonstruksi Gaza, Mesir-Prancis Bergerak
-
Trump Naikkan Biaya Visa Pekerja H-1B Jadi Rp1,6 Miliar per Tahun
-
Dari ART ke Tenaga Terampil, Menteri Mukhtarudin dan KDM Siapkan Strategi Baru bagi PMI Asal Jabar
-
Hadapi Tantangan Cuaca, KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.