Kereta Api Kertanegara Tabrak Truk Pupuk di Kediri Sejumlah Perjalanan Kereta Terdampak
Senin, 10 Mar 2025, 18:22 WIBKEDIRI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, Jawa Timur, mengungkapkan sejumlah kereta api terdampak imbas kecelakaan antara Kereta Api Kertanegara dengan truk bermuatan pupuk di Kabupaten Kediri.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul mengemukakan terjadi kecelakaan di pelintasan tanpa palang pintu di KM 175+4 antara Stasiun Kras-Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
"Kereta api yang mengalami keterlambatan antara lain KA Kertanegara (KA 167) relasi MalangâPurwokerto mengalami keterlambatan 147 menit serta KA Kahuripan (KA 274) relasi KiaracondongâBlitar mengalami keterlambatan 135 menit di Kediri," kata Zainul saat dikonfirmasi, Senin.
Ia mengatakan, tim tanggap darurat langsung bergerak cepat guna mengamankan dan menangani kejadian tersebut di lokasi kejadian.
Selain itu, pihaknya juga melakukan langkah-langkah pola operasi perjalanan KA, termasuk mengalihkan penumpang KA Kahuripan (KA 274) dari Stasiun Kediri menuju Stasiun Blitar.
"Untuk penumpang dari Kiaracondong (Stasiun Kiaracondong) tujuan Blitar, di Stasiun Kediri penumpang yang tujuan Tulungagung ke Blitar menggunakan bus yang disiapkan PT KAI," kata dia.
Ia juga menambahkan, PT KAI juga memberikan alternatif ke penumpang. Untuk penumpang KA Kertanegara (KA 167) diberikan opsi pengalihan menggunakan KA Logawa (KA 247) relasi KetapangâPurwokerto.
Selain itu, juga ada pembatalan kereta api di antaranya KA Malioboro Ekspress (KA 170) hanya lintas Kertosonono-Blitar-Malang, KA Commuter Line Penataran (CL 425) hanya lintas Kras-Kertosono dan KA Commuter Line Dhoho (CL 404) hanya lintas Kertosono-Ngujang.
"Sebagai bentuk kompensasi, pelanggan KA Kertanegara (KA 167) dan KA Kahuripan (KA 274) telah menerima service recovery untuk keterlambatan lebih dari satu jam pertama," kata Zainul.
Ia menambahkan, hingga kini petugas masih terus berupaya melakukan perbaikan.
"Terakhir tadi informasinya masih dalam penanganan. Mudah-mudahan segera normal kembali," kata dia.
Zainul juga mengingatkan bahwa kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang adalah kunci keselamatan. Oleh karena itu, setiap pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas di rel.
"Keselamatan berlalulintas di pelintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya KAI dan pemerintah daerah, tetapi juga seluruh pengguna jalan raya. Mari bersama-sama meningkatkan kepatuhan demi keselamatan bersama," ujar Zainul.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api Kertanegara dengan truk bermuatan pupuk di pelintasan tanpa palang pintu di KM 175+4 antara Stasiun Kras-Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tepatnya Desa Seketi, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Dari kejadian itu, asisten masinis mengalami luka pada anggota tubuhnya. Selain itu, dua orang lainnya yang merupakan sopir truk dan penumpang juga masih dalam perawatan di rumah sakit. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Gubernur Jatim Libatkan Unibraw untuk Identifikasi Risiko Tanah Longsor di Trenggalek
-
Jepang Ingin Capai Kesepakatan Termasuk Tarif Mobil dengan AS
-
Jay Idzes Suarakan Kesedihan Terkait Kondisi Terkini Indonesia
-
Makin Canggih: Jepang Perbaharui Sistem Peringatan Cuaca, Minimalisir Korban Bencana
-
Visual Karya Lukis Siswa BINUS SCHOOL Simprug Jadi Pameran Peduli Lingkungan
-
Insentif Guru Honorer Naik Rp100 Ribu Mulai 1 Januari 2026, Pemerintah Juga Diminta Perhatikan Tenaga Administratif
-
Prabowo Subianto Salurkan 1.123 Sapi Meugang untuk 852 Desa di Aceh Utara, Anggaran Rp19,5 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.