Inggris Desak Ukraina Kembeli Berunding dengan AS

Senin, 10 Mar 2025, 14:16 WIB

MOSKWA - Inggris menyarankan Ukraina untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi guna menghindari pertikaian baru antara Ukraina dan AS, seperti dilaporkan surat kabar Inggris, The Times.

Penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Jonathan Powell, melakukan perjalanan ke Ukraina selama akhir pekan untuk memberikan instruksi kepada Volodymyr Zelenskyy sebelum perwakilan negaranya berpartisipasi dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat pada Selasa (11/3).

Ket. Foto: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy — Sumber: ANTARA/Anadolu

Hal tersebut dilakukan agar konflik di Ruang Oval dengan Trump yang membawa bencana tidak terjadi kembali, menurut media tersebut.

Powell, menurut pemberitaan tersebut, merekomendasikan agar Zelenskyy menjelaskan kepada Amerika bahwa ia menanggapi permintaan Washington sehingga Presiden AS Donald Trump akan mendapat kesan bahwa "Russia adalah hambatan utama bagi perdamaian."

Gedung Putih sebelumnya mengkonfirmasi bahwa konsultasi dengan kedua belah pihak yang berkonflik sedang berlangsung, dan pertemuan baru mengenai isu perdamaian direncanakan pekan ini di Arab Saudi.

Moskwa telah berulang kali mengindikasikan bahwa mereka siap untuk berunding mengenai Ukraina, tetapi Kiev telah menerapkan larangan terhadap perundingan tersebut di tingkat legislatif.

Pada Oktober 2022, Volodymyr Zelenskyy menandatangani dekrit yang melarang perundingan dengan pimpinan Russia.

Sementara itu, Presiden Russia, Vladimir Putin, dalam pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Russia pada Januari, menyatakan bahwa tujuan penyelesaian konflik di Ukraina seharusnya bukan gencatan senjata singkat dan jeda untuk menyusun kembali pasukan dan persenjataan dengan tujuan untuk melanjutkan konflik selanjutnya melainkan perdamaian jangka panjang.

Menurut Putin, otoritas Russia akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat Russia, inilah arti dari operasi khusus tersebut.

Perdamaian di Ukraina, kata Putin, harus didasarkan pada "penghormatan terhadap kepentingan sah semua orang, semua bangsa yang tinggal di wilayah ini." Ant/Sputnik-OANA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.