- Home
-
- Megapolitan
-
- Gubernur: Pembongkaran Hib...
Gubernur: Pembongkaran Hibisc Fantasy Harus Rampung Sebelum Lebaran
Sabtu, 08 Mar 2025, 04:00 WIBBOGOR â Jabar mulai serius membongkar bangunan-bangunan di kawasan Puncak yang menjadi biang banjir bandang. Salah satunya pembongkaran bangunan tak berizin tempat wisata Hibisc Fantasy Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor harus rampung sebelum lebaran.
âSaya ingin sebelum lebaran pembingkaran Hibisc sudah selesai,â tandas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di Bogor, Jumat (7/3). Namun, dia tetapmesti menunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup.
Dedi Mulyadi menerima informasi bahwa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Hibisc Fantasy Puncak hanya sekitar 4.800 meter persegi. Namun, di lapangan pembangunan kawasan wisata itu mencapai 15.000 meter persegi.
Tempat wisata yang dikelola BUMD Provinsi Jawa Barat, PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita) hanya mengantongi izin untuk 14 bangunan. Sedangkandi lokasi terdapat 25 bangunan yang belum mengantongi izin.
Dia fokus pembongkaran 25 bangunan yang melanggar. Demikian juga dengan area masuknya harus dibuka karena juga melanggar. Menurutnya, tidak ada usulan jalan berbeton. Tapi nyatanya jalannya Âdibeton.
Pembongkaran Hibisc Fantasy Puncak sempat dilakukan masyarakat setempat pada hari Kamis (6/3). Itu dilakukan setelah pagi hari dilakukan penyegelan oleh Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Bangunan yang dibongkar oleh warga adalah gapura dan pos satpam yang berada di pintu masuk Hibisc Fantasy Puncak. Tak hanya Hibisc Fantasy Puncak, penyegelan dilakukan rombongan menteri hingga bupati di empat tempat wisata kawasan Puncak karena terindikasi melanggar alih fungsi lahan.
Adapun lokasi yang disegel yang pertama adalah Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas dan Eiger Adventure Land.
Bendungan
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan, Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi sudah berfungsi dan menunjukkan kinerjanya dalam pengendalian banjir. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PU, Lilik Retno Cahyadiningsih, waktu banjir kemarin itu, mampu menahan 2 juta meter kubik air (Bendungan Ciawi) dan 0,3 juta meter kubik untuk Bendungan Sukamahi. âJadi sudah cukup besar yang kita tahan di sana,â ujar
Menurutnya, hujan sangat ekstrem. Sangat lebat dan ekstrem ukurannya lebih besar dari 150 mm per hari. Padahal yang terjadi 356 mm per hari. Jadi memang sangat ekstrem. Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dapat Apresiasi Kepemimpinan, Tapi Dinilai Kurang di Lapangan Kerja
-
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dukung Penuh Penolakan KJA di Pantai Timur Pangandaran
-
Siprus: Permata Mediterania yang Menggabungkan Sejarah dan Keindahan Alam
-
Pegawai Swasta Juga Akan Diharuskan Naik Angkutan Umum
-
Haornas Salah Satu Cara Jatim Meningkatkan Prestasi Olahraga Atlet
-
BPBD: 18 Jam Hilang, Pendaki di Gunung Lemongan Ditemukan Pingsan di Tepi Jurang
-
Metropolitan City Rally 2025: Jakarta Makin Tancap Gas Jadi Kota Sport Tourism
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.