Bupati Manggarai Barat Meminta Siswa Melapor jika Menemukan MBG Tidak Layak
Jumat, 07 Mar 2025, 21:32 WIBLABUAN BAJOâ Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Edistasius Endi meminta para siswa di Labuan Bajo agar melaporkan kepada petugas jika menemukan makanan yang tidak layak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kalau hari ini atau besok-besok ada makanan yang tidak layak dikonsumsi, mohon disampaikan kepada yang bertugas," katanya dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Jumat (7/3).
Ia menyampaikan hal tersebut saat memantau pembagian MBG di SMPN 1 Komodo didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1612 Manggarai Letkol Infantri Budiman Manurung, Wakapolres Manggarai Barat Kompol Martinus Pake, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Komodo Matias Dima, perwakilan TNI Angkatan Laut, dan Badan Gizi Nasional Manggarai Barat.
Di SMPN 1 Komodo program MBG menyasar sebanyak 920 siswa yang terbagi dalam 30 kelas atau rombongan belajar. Penyaluran MBG dilakukan melalui Yayasan Sejahtera Desaku.
Edistasius Endi menjelaskan pembagian MGB merupakan program yang dijalankan menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana tiap anak disiapkan menjadi sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan kompetitif untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
"Guru punya tugas tambahan bahwa di rumah, anak-anak itu juga harus makan dan jangan hanya makan makanan yang dibagikan di sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan kehadirannya sebagai kepala daerah bersama sejumlah pihak agar memberikan semangat bagi para siswa dalam mengikuti Program MBG
"Kegiatan pemantauan MBG ini perlu dikontrol di awal sampai timbul kesadaran pada masing-masing anak bahwa makan bergizi itu penting," katanya.
Ia juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa mendapatkan pemenuhan gizi dalam Program MBG.
"Agar setiap anak dapat meneruskan perjuangan, karena kalian adalah masa depan bangsa ini," katanya.
Sementara itu, Pembagian MBG di Labuan Bajo berlangsung di enam sekolah yakni SMPN 1 Komodo, SDIT Persaudaraan Wae Nahi, SD Wae Mata, SDN Lancang, SDN Labuan Bajo 2, dan SDN Batu Cermin dengan jumlah siswa penerima manfaat sebanyak 3.003 orang siswa.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SGC Dorong Petani Lampung Bangkit dengan Skema Kemitraan Tebu
-
MBG Ciptakan 600 Ribu Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Lokal
-
Mudik Lebaran 2026: Terpadu, Aman, dan Efisien Berkat Koordinasi Semua Pihak
-
Indonesia Masters 2026: Sebanyak 16 Wakil Indonesia dari Lima Sektor ke Babak Kedua
-
Cirebon Krisis Produksi! Pemkot Luncurkan ‘Gapura Pangan’ untuk Amankan Pasokan dari Luar Daerah
-
Tradisi Tumpengan Diusulkan Jadi Kekayaan Intelektual Gastronomi Nasional
-
Program Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya Belum Merata, Dua Daerah Masih Tertunda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.