Infrastruktur Interkoneksi Penajam-IKN Berjalan di Tengah Efisiensi
Kamis, 06 Mar 2025, 18:20 WIBPENAJAM PASER UTARAâ Proyek pembangunan fisik infrastruktur interkoneksi antara Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota Indonesia, berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran karena masuk skala prioritas.Â
"Proyek fisik bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2025 kabupaten dilaksanakan karena masuk prioritas," ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara Ali Musthofa di Penajam, Kamis.
Pembangunan fisik tersebut, lanjut dia, Jalan KMS-simpang empat Ingkur Majapahit tembus kawasan Pelabuhan Benuo Taka dengan nilai proyek Rp51 miliar.
"Infrastruktur jalan itu terhubung dengan jalan menuju Kota Nusantara di Kecamatan Sepaku yang menjadi jalur ekonomi" tambahnya.
Kemudian dana pembangunan pemecah ombak untuk mencegah abrasi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar Rp4,1 miliar juga tidak tersentuh efisiensi anggaran.
Pemecah ombak dibangun sepanjang satu kilometer di Kelurahan Tanjung Tengah, dari Pantai Corong hingga Muara Tunan, kemudian dilanjutkan sampai perbatasan Kelurahan Saloloang sepanjang tiga kilometer dengan material buis beton.
"Dana yang disiapkan pada APBD 2025 sekitar Rp4,1 miliar itu, dipastikan tidak kena efisiensi atau rasionalisasi anggaran karena pemecah ombak kepentingan masyarakat," jelasnya.
Proyek fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang dinilai strategis juga tidak terkena efisiensi.
Pembangunan fisik tersebut, antara lain peningkatan Jalan Desa Gunung Mulia-Desa Sebakung Jaya Rp12 miliar, pembangunan Jalan Desa Sebakung Jaya-Petiku Rp15 miliar, dan peningkatan Jalan Sarang Alang Desa Babulu Laut Rp20 miliar.
"Apabila anggaran proyek fisik yang dilaksanakan pada ada tahun ini terkena rasionalisasi, akan dilakukan pengurangan panjang dari total yang dikerjakan," katanya.
Pengerjaan fisik di Kabupaten Penajam Paser Utara dari dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat, yakni pembangunan Jembatan Desa Sebakung Jaya-Petiku Rp11,9 miliar, peningkatan Jalan Desa Babulu Darat-Desa Sebakung Jaya Rp8,9 miliar, serta peningkatan Jalan Desa Rawa Mulia-Desa Sumber Sari Rp11,5 miliar, terkena kebijakan efisiensi anggaran, demikian Ali Musthofa.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rumah Hemat Energi Kian Diminati, Peralatan Rumah Tangga Ramah Lingkungan Jadi Pilihan
-
Yordania vs Aljazair: Dua Tim Memburu Kebangkitan di Piala Dunia 2026
-
Sembilan Orang Terinfeksi Virus West Nile di Belanda, Satu Meninggal
-
Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
-
150 Ribu Kuota Dibuka! Menaker dan Seskab Resmi Luncurkan MagangHub Angkatan II.
-
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kembangkan Pertanian Modern PM-AAS, Padi IP200 Jadi Andalan Tingkatkan Hasil Panen.
-
Daftar Susunan Pemain Tunisia vs Jepang: Kubo Ditarik Keluar karena Cedera, Tanaka Jadi Starter
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.