- Home
-
- Megapolitan
-
- Deflasi Jakarta Berdampak ...
Deflasi Jakarta Berdampak Penting secara Nasional
Kamis, 06 Mar 2025, 01:05 WIBJAKARTA â Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa deflasi Jakarta cukup berpengaruh penting secara nasional. Mengapa demikian? Sebab pangsa ekonomi Jakarta adalah 16,71 persen untuk tahun lalu. âMakanya, deflasi Jakarta cukup berpengaruh secara nasional,â tutur Pramono, Rabu.
Dengan pangsa ekonomi seperti itu, kontribusi terhadap inflasi nasional mencapai 20,47 persen. Untuk bulan Februari, Jakarta mencatat deflasi -0,29 persen (bulan ke bulan). Sedangkan untuk tahun ke tahun -0,59 persen. Ini menjadikannya salah satu dari lima provinsi dengan deflasi terendah di Indonesia. âKomoditas penyumbang utama deflasi adalah tarif listrik, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat,â ajar Pramono.
Namun, secara historis, harga pangan cenderung meningkat selama Ramadan dan Lebaran, terutama untuk daging sapi, ayam potong, telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan minyak goreng. Melalui langkah-langkah strategis, Pemprov Jakarta berharap dapat menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalani puasa dan lebaran dengan tenang.
Lebih jauh disampaikan, dalam rangka mengendalikan inflasi daerah, menjaga stok pangan, kestabilan harga, dan kelancaran distribusi pangan selama puasa dan lebaran, Pramono memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (HLM TPID) di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/3).
HLM TPID ini diikuti berbagai pihak, termasuk jajaran Pemprov Jakarta, kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, Bulog, asosiasi pelaku usaha, serta instansi terkait. âHLM membahas perkembangan ekonomi, inflasi, dan kesiapan stok selama puasa dan lebaran. Kami juga menjaga strategi pencapaian target inflasi nasional sebesar 2,5 persen hingga 1 persen â ujar Gubernur.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jakarta akan melaksanakan Operasi Pasar dengan komoditas utama seperti Minyakita, bawang putih, gula konsumsi, daging kerbau beku, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Untuk ketersediaan LPG 3 kg, hingga Februari, realisasi penyaluran telah mencapai 67.668 metrik ton (16,53 persen). Sisa kuota 341.576 metrik ton (83,47 persen) dari total alokasi 409.244 metrik ton tahun ini.
âKami mengimbau masyarakat tidak panic buying, berbelanjalah secara bijak. Stok dan pasokan komoditas pangan strategis akan dijaga melalui kerja sama antardaerah, urban farming, serta program pengendalian inflasi lainnya,â tambah Pramono.
Pemprov Jakarta juga akan meningkatkan frekuensi pangan keliling yang dilakukan oleh BUMD dan BUMN di kantor pemerintahan dan rumah susun. Untuk Maret ini, 240 lokasi akan menjadi target distribusi pangan murah. Selain itu, akan ada promo pangan murah dan Promo Kamis, Jumat, Sabtu di Gerai Pangan Perumda Pasar Jaya.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Tradisi ritual Kahiyaa Suku Buton
-
MUI Keluarkan Fatwa Program JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan Sesuai Prinsip Syariah
-
Evakuasi Selesai: Wanita yang Hilang dari KMP Wira Artha Ditemukan
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Akad Massal 26.000 KPR FLPP
-
Paripurna DPR Setujui 10 RUU Kabupaten/Kota Jadi Usul DPR
-
Cabai rawit picu deflasi Jawa Timur
-
Beras sumbang deflasi di 23 provinsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.