Menag Nasaruddin Umar Ajak Masyarakat Wujudkan Ramadhan Menyenangkan
Jumat, 28 Feb 2025, 12:08 WIBJAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa untuk dapat mewujudkan Ramadhan yang menyenangkan dan menenangkan.
"Mari kita sambut Ramadhan dengan hati lapang dan bahagia. Ramadhan ini, adalah bulan mulia yang selalu dinantikan. Tugas kita bersama untuk menghidupkan hari-hari Ramadhan ini. Kita sebarkan dan giatkan hal-hal positif, sehingga Ramadhan kali ini menyenangkan dan menenangkan bagi seluruh bangsa," kata Menag di Jakarta, Kamis (27/2).
Menag mengatakan Ramadhan adalah bulan Istimewa. Banyak peristiwa-peristiwa penting terjadi di bulan Ramadhan. Bahkan, kemerdekaan Indonesia pun terjadi saat Ramadhan.
"Saya harap, vibrasi positif ini menyebar di Ramadhan tahun ini. Seluruh umat beragama dapat membangun energi positif. Mari bersama ciptakan hal-hal positif, dan tetapkan momentumnya saat Ramadhan kali ini," kata Menag.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyebarkan berkah Ramadhan.
"Kami di Kemenag juga sudah menyiapkan berbagai program yang kami kemas dalam Ramadhan Menyenangkan dan Menenangkan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat turut serta dalam program-program yang kami buat," kata dia.
Sekjen Kamaruddin Amin menuturkan ada empat subtema yang diusung dalam mewujudkan Ramadhan menyenangkan dan menenangkan, yaitu Ramadhan Mengaji, Ramadhan Peduli Lingkungan, Ramadhan Berbagi, dan Ramadhan Inklusi.
"Ramadhan mengaji berisi program-program yang sifatnya penguatan kajian keislaman. Mulai dari Sidang Isbat Awal Ramadhan, Pengiriman DAI ke wilayah 3T, Pesan Ramadhan Menteri Agama, dan Tausiyah Ramadhan," kata dia.
Kanwil dan Kankemenag Kabupaten/Kota juga didorong untuk membuat kajian Ramadhan di masjid kantornya masing-masing.
"Kita juga bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin untuk mengirim sejumlah dai dan qari dari Al-Azhar Al-Syarif untuk berbagi ilmu di sejumlah provinsi," kata dia.
Ramadhan Peduli Lingkungan, kata Kamaruddin, berisi program-program yang menyelaraskan ibadah dengan menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya, bersih-bersih rumah ibadah dan penanaman pohon.
"Ramadhan menjadi momentum untuk berlatih dan menerapkan kepedulian kita kepada lingkungan. Mulai dari rumah ibadah terdekat, mari kita pastikan kebersihan dan keasriannya," kata Sekjen.
Sementara, Ramadhan Berbagi berisi program yang bertujuan meningkatkan kesalehan sosial bagi umat beragama. Misalnya, buka puasa bersama, serta penyaluran zakat, wakaf, dan sedekah.
"Kemenag sudah memulainya bahkan sebelum Ramadhan, dengan menyalurkan kurma hadiah Raja Salman untuk berbuka puasa," kata Kamaruddin.
Ramadan Inklusi berupa sejumlah program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kementerian Agama membagikan takjil yang digawangi oleh seluruh unit Eselon I, termasuk Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Pusat bimbingan dan pendidikan Khonghucu pada Setjen Kemenag juga akan ikut terlibat dalam berbagi takjil Ramadhan.
"Di Kemenag sendiri, kami punya program bersama MHM untuk menggelar buka puasa bersama lintas agama. Ada juga Semaâan Al-Quran bersama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI)," kata Kamaruddin.
- Bulan Suci Ramadhan
- Menag Nasaruddin Umar
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hilang Kendali, Pengendara Mobil Tewas Dalam Kecelakaan di Kembangan
-
Menkomdigi: IoT Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas Pertanian
-
Tradisi keramas bareng sambut Ramadhan 1447 Hijriah
-
Kanwil Imigrasi NTT Gagalkan Keberangkatan WNA Tiongkok ke Australia
-
Prabowo Terima Medali Kehormatan Tertinggi Yordania, Raja Abdullah: “Anda Sahabat Lama Saya”
-
Menag Nasaruddin Umar: 'Istiqlal' adalah Simbol Kemerdekaan dari Penjajahan dan Kedzaliman
-
Sebanyak 28 RT dan 46 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.