Kepala Bappenas: Pembangun Infrastruktur Dirancang Holistik dan Terintegrasi
Selasa, 25 Feb 2025, 15:23 WIBJAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dirancang dengan pendekatan holistik serta aspek fisik, sosial dan digital yang terintegrasi.
âBangun infrastruktur harus dirancang dengan pendekatan holistik, serta aspek fisik, sosial, dan digital yang terintegrasi. Saat ini, kita tidak hanya berbicara membangun jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga bagaimana infrastruktur dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, meningkatkan konektivitas, dan mendorong transformasi dan pertumbuhan ekonomi,â ujarnya saat bertemu Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Selasa (25/2).
Bappenas bertemu dengan AIIB sebagai bagian dari upaya memastikan investasi infrastruktur berkelanjutan dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2025-2045 dan Asta Cita yang diwujudkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029.
Menurut Rachmat, pembangunan infrastruktur harus adaptif terhadap tantangan global, termasuk perubahan iklim dan ketahanan ekonomi.
âPembangunan harus inklusif dan berkelanjutan. Setiap proyek yang kita jalankan harus menjawab kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan masa depan,â kata Menteri PPN.
Dengan perencanaan yang terstruktur melalui RPJPN dan RPJMN, lanjut dia, pembangunan infrastruktur akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi jangka pendek dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
"Kami optimis dengan kerja sama yang erat antara pemerintah dan AIIB, kita dapat memastikan investasi infrastruktur berjalan optimal dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan," ucap Kepala Bappenas.
Senada, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard juga menekankan urgensi infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menjadikan infrastruktur sebagai aset menguntungkan dan memicu pertumbuhan ekonomi, lanjutnya, maka proyek pemerintah harus terus dilaksanakan dengan perencanaan matang dan dukungan pendanaan yang kuat.
Dalam kesempatan yang sama, AIIB menyampaikan komitmen berinvestasi di tujuh sektor utama, yaitu air, perkotaan, energi, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur digital.
Selain itu, AIIB menekankan setiap proyek yang didanai akan memiliki komponen terkait dengan perubahan iklim, baik aspek mitigasi maupun adaptasi. Hal ini dianggap sejalan dengan kebijakan pembangunan Indonesia yang semakin menekankan keberlanjutan dan ketahanan lingkungan.
Pertemuan ini juga membahas sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dimatangkan, termasuk rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan di Kepulauan Riau dan proyek Pengelolaan Limbah Padat untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Beberapa proyek telah masuk dalam agenda pembangunan nasional, tetapi masih menunggu finalisasi untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
19 Ruas Jalan di NTT Pasca Gempa Sudah Fungsional Lagi
-
SL Gunakan BBM Jatah Nelayan Selama Setahun demi Keuntungan Pribadi di Garut
-
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini
-
Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi
-
Dorong Wisata Aman dan Berkualitas, BTN Bunaken Latih Pemandu Gunung Manado Tua
-
Hadapi Bencana, KemenPU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur
-
Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.