Peduli Kesehatan Mental Ribuan Pelaut, PIS Gandeng Federasi Internasional

Minggu, 23 Feb 2025, 09:56 WIB

JAKARTA- PT Pertamina International Shipping (PIS), sebagai pemimpin dalam bidang marine logistic, terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan aman bagi seluruh pekerjanya. Salah satunya melalui peningkatan kesehatan mental para awak kapal yang bertugas di ratusan armada yang dioperasikan PIS.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Universitas Yale bekerja sama dengan International Transport Workers’ Federation (ITF) Seafarers’ Trust, ditemukan bahwa pelaut dan awak kapal memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan pekerja di sektor lainnya. Kecenderungan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tuntutan pekerjaan yang intens serta isolasi berkepanjangan dari keluarga dan orang terdekat.

Ket. Foto: PIS turut berkolaborasi dengan ITF, organisasi internasional yang menaungi pekerja di sektor transportasi dan logistik di lebih dari 150 negara, serta Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), serikat pelaut nasional yang mewakili pekerja maritim di Indonesia — Sumber: PIS

Selain itu, studi tersebut juga merinci jenis gangguan kesehatan mental yang kerap dialami oleh para pelaut. Berdasarkan survei yang dilakukan, kecemasan akut menjadi gangguan yang paling sering dialami oleh awak kapal, dengan 55% dari total responden melaporkan mengalami kondisi tersebut, diikuti oleh depresi yang dialami oleh 50% responden. Temuan ini menggarisbawahi urgensi penyediaan dukungan kesehatan mental yang lebih komprehensif bagi para pelaut.

Direktur Armada PIS M. Irfan Zainul Fikri menyoroti korelasi antara gangguan kesehatan mental terhadap kinerja awak kapal di lapangan. “Gangguan kesehatan mental bukan hanya berdampak pada diri sendiri. Dalam industri perkapalan yang membutuhkan kerjasama yang tinggi, gangguan kesehatan mental dapat berakibat negatif pada pengambilan keputusan seorang awak kapal. Hal ini dapat berakibat fatal terutama dalam kondisi darurat di laut,"ucapnya di Jakarta kemarin.

Menyadari tantangan khusus yang dihadapi oleh para awak kapal dalam menghadapi ancaman gangguan kesehatan mental, PIS turut berkolaborasi dengan ITF, organisasi internasional yang menaungi pekerja di sektor transportasi dan logistik di lebih dari 150 negara, serta Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), serikat pelaut nasional yang mewakili pekerja maritim di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh Direktur Armada PIS M. Irfan Zainul Fikri dan Head of Inspector ITF Steve Trowsdale. Kesepakatan ini akan berfokus pada program komprehensif untuk meningkatkan kesehatan mental awak kapal di lapangan, termasuk pelatihan dan dukungan psikososial.

Bersama dengan Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), ITF juga telah meneken komitmen strategis dengan pemerintah Indonesia yang berfokus pada peningkatan taraf kesejahteraan pelaut di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya global ITF dalam memastikan hak-hak pekerja maritim terlindungi dan kesejahteraan mereka terus meningkat.

Kolaborasi antara PIS dan ITF merupakan kerja sama strategis pertama yang dilakukan secara langsung antara perusahaan pelayaran dan ITF, sekaligus menandai langkah progresif PIS dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi awak kapal. Melalui kemitraan ini, diharapkan awak kapal dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap program kesehatan mental serta dukungan berkelanjutan yang akan membantu meningkatkan kualitas kerja dan keselamatan di industri pelayaran.

Kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap performa serta kesiapsiagaan awak kapal. Jika terjadi gangguan psikologis yang tidak tertangani dengan baik, hal ini dapat berdampak pada keselamatan kerja dan operasional kapal secara keseluruhan. "Oleh karena itu, pelatihan first responder menjadi krusial agar awak kapal dapat mengenali tanda-tanda awal gangguan mental, memberikan pertolongan pertama, serta mengetahui langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah dampak yang lebih serius," tambah Head of Inspector ITF Steve Trowsdale.

Adakan Pelatihan

Lebih lanjut, penandatanganan nota kesepahaman ini juga dilanjuti dengan pengadaan pelatihan First Responder for Mental Health bagi 35 awak kapal dan staff shorebase yang terdiri dari seluruh level seperti crewing officer, marine superintendent, technical superintendent, serta perwakilan perwira senior. Melalui pelatihan ini, diharapkan awak kapal dan staff shorebase dapat memiliki pemahaman dasar dalam penanganan kesehatan mental.

Steve turut mengapresiasi langkah PIS yang telah mengambil inisiatif dalam menghadirkan program kesehatan mental bagi para awak kapal. Komitmen PIS dalam meningkatkan kesejahteraan mental awak kapal merupakan langkah progresif yang patut dicontoh. "Upaya ini tidak hanya memberikan manfaat bagi individu yang bekerja di kapal, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan dan profesionalisme di industri pelayaran secara keseluruhan yang berorientasi pada kesejahteraan pekerja,” tutupnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.