Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Grossi: IAEA akan Lebih Sering Pantau Air Olahan dari PLTN Fukushima

📅 Jumat, 21 Feb 2025, 19:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Grossi: IAEA akan Lebih Sering Pantau Air Olahan dari PLTN Fukushima Doc: NHK
Ket. Kepala IAEA, Rafael Grossi

TOKYO - Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan badan tersebut berencana untuk lebih sering memantau air olahan yang diencerkan yang dibuang ke laut dari PLTN Fukushima Daiichi yang rusak.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengungkapkan rencana tersebut selama sesi wawancara eksklusif dengan NHK pada Kamis (20/2).

Grossi tiba di Jepang pada Selasa (18/2). Ia ke Jepang untuk memeriksa PLTN Fukushima dan fasilitas penyimpanan sementara untuk tanah yang disingkirkan, yang keduanya terletak di Prefektur Fukushima.

“Selain itu ia juga memeriksa sebuah PLTN di Prefektur Niigata, Jepang tengah,” lapor kantor berita NHK, Jumat (21/2).

Air yang digunakan untuk mendinginkan bahan bakar cair di PLTN Fukushima telah bercampur dengan hujan dan air tanah. Air yang terkumpul diolah untuk menghilangkan sebagian besar zat radioaktif, tetapi masih mengandung tritium.

Sebelum melepaskan air yang diolah ke laut, operator PLTN tersebut mengencerkannya untuk mengurangi tingkat tritium hingga sekitar sepertujuh dari tingkat pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk air minum.

Upaya tambahan untuk memantau air yang dilepaskan saat ini sedang dilakukan sejalan dengan kerangka kerja IAEA. Lembaga-lembaga dari Tiongkok dan negara-negara lain terlibat dalam pekerjaan pengujian tambahan.

Grossi mengatakan ia pergi dengan perahu bersama seorang pakar dari Tiongkok untuk melakukan uji coba. Ia menyebutkan bahwa ia membantu mengisi air ke wadah-wadah yang dibawa pakar tersebut.

Disebutkan, ia berharap pengujian tambahan akan membantu membangun keyakinan dan kepercayaan serta akan terlihat jelas seiring berjalannya waktu bahwa sistem tersebut bekerja dengan baik.

Grossi mengatakan bahwa IAEA berencana untuk lebih sering memantau air olahan yang diencerkan itu agar dapat menyediakan data ke negara-negara dan dengan cara yang transparan. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.