- Home
-
- Luar Negeri
-
- Zelensky Blokir Kesepakata...
Zelensky Blokir Kesepakatan Mineral Ukraina dengan AS
Minggu, 16 Feb 2025, 10:45 WIBMUNICH - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memblokir kesepakatan yang akan memberikan AS akses ke sejumlah besar sumber daya alam Ukraina, karena kesepakatan tersebut tidak memiliki "jaminan keamanan" dan "tidak melindungi" Kyiv.
Pengumuman Zelensky pada hari Sabtu (15/2) muncul sehari setelah pejabat Ukraina memberikan draf perjanjian kepada AS dan tiga hari setelah Presiden AS Donald Trump menelepon Presiden Russia Vladimir Putin. Eropa dan Kyiv khawatir Trump dan Putin mencoba mengakhiri konflik tanpa mereka.
"Perjanjian itu ditandatangani di tingkat menteri. Namun, saya presiden dan saya akan mempengaruhi kualitas dokumen ini. Itulah sebabnya saya tidak mengizinkan menteri menandatangani perjanjian itu karena belum siap," kata Zelensky kepada wartawan di Konferensi Keamanan Munich.
"Menurut saya, itu tidak melindungi kita. Itu tidak siap untuk melindungi kita, kepentingan kita," imbuhnya.
"Itu harus ditulis secara benar secara hukum, benar, dan itu adalah investasi... Kalau semua itu dikaitkan dengan jaminan keamanan. Saya belum melihat kaitannya dengan dokumen itu," katanya.
Ukraina mengatakan tidak akan menerima kesepakatan damai AS-Russia yang dicapai tanpa Kyiv
Zelensky memaparkan garis besar kesepakatan minggu lalu, membentangkan peta yang menunjukkan sejumlah endapan mineral dan mengatakan ia menawarkan kemitraan yang saling menguntungkan untuk mengembangkan endapan tersebut bersama-sama dan tidak âmemberikannya secara cuma-cumaâ.
Mineral yang dimaksud meliputi jenis tanah jarang, serta titanium, uranium, dan litium.
Trump, yang belum berkomitmen untuk melanjutkan bantuan militer penting ke Ukraina, mengatakan ia menginginkan mineral tanah jarang senilai 500 miliar dollar AS dari Kyiv dan bahwa dukungan Washington perlu âdiamankanâ.
Pembicaraan antara Zelensky dan delegasi Amerika yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS JD Vance berakhir di Konferensi Keamanan Munich pada hari Jumat (14/2) tanpa pengumuman kesepakatan.
Sebelumnya pada hari itu, Zelensky telah menyuarakan kekhawatirannya tentang proposal AS tersebut ketika ia menghadiri pertemuan selama 90 menit dengan sekelompok senator AS bipartisan secara tertutup, kata tiga sumber yang mengetahui presentasinya.
Dia "merasa diminta menandatangani sesuatu yang tidak sempat dia baca", kata salah satu dari mereka yang tidak mau disebutkan namanya. "Saya rasa dia tidak suka diberi sesuatu yang bisa diterima atau tidak."
Zelensky membahas usulannya sendiri untuk kesepakatan mineral dengan AS, kata sumber itu, dan mengatakan bahwa kesepakatan itu dirancang untuk mematuhi konstitusi Ukraina.
Dua sumber menggambarkan usulan AS tersebut âsepihakâ, namun menolak menjelaskan lebih lanjut.
Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy, sekutu dekat Kyiv, mengatakan pada Sabtu bahwa jaminan keamanan terbaik bagi Ukraina terhadap agresi Russia di masa depan adalah mengikat industri, bisnis, dan kemampuan pertahanan AS ke masa depannya.
"Itulah yang akan membuat Putin duduk dan memperhatikan, dan itulah yang menarik bagi seorang presiden AS yang tahu cara mendapatkan kesepakatan yang bagus," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Tiongkok Berlakukan Pembatasan Zona Udara Pesisir Selama 40 Hari
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Implementasi ESG: PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Perkuat Praktik Bisnis Berkelanjutan Sepanjang 2025
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Jaga Jakarta, Pramono Anung: Jakarta Tetap Aman Meski Dunia Sedang Bergolak
-
Perkuat AI-Powered Telco, Indosat Hadirkan Akses Google Gemini AI bagi Pelanggan IM3 dan Tri
-
Tragedi Bantargebang: Wagub Rano Karno Pastikan Pemprov DKI Tak Halangi Proses Hukum
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.