Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemberdayaan Wanita di Kepulauan Seribu Dukung Ketahanan Pangan

📅 Minggu, 16 Feb 2025, 22:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemberdayaan Wanita di Kepulauan Seribu Dukung Ketahanan Pangan Doc: ANTARA
Ket. Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Lestari memanen pakcoy yang mereka tanam di lahan terbatas di Pulau Pramuka.

JAKARTA– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) terus mendorong pemberdayaan wanita di daerah itu untuk mendukung program ketahanan pangan.

"Hari ini Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Lestari Pulau Pramuka bersama Tim Penggerak PKK memanen 25 kilogram pakcoy yang sudah mereka tanami di lahan terbatas," kata Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, di Jakarta, Minggu (16/2).

Dia mengatakan hasil panen ini sebagian dijual untuk membeli benih dan nutrisi tanaman, sementara sisanya dibagikan kepada anggota KWT sebagai bentuk kebersamaan dan dukungan terhadap ketahanan pangan lokal.

Menurut dia, panen ini merupakan bagian dari upaya mereka dalam menjaga keberlanjutan pertanian urban sekaligus meningkatkan kemandirian pangan.

"Kami sangat bersyukur dengan hasil panen ini, selain untuk konsumsi anggota, sebagian hasil penjualan juga digunakan untuk membeli benih dan nutrisi agar keberlanjutan pertanian tetap terjaga," kata dia.

Dia mengatakan panen kali ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen kelompok dalam membudidayakan sayuran sehat secara mandiri.

"Sebagian hasil panen kita bagikan ke anggota KWT sebagai bentuk kebersamaan," katanya.

Sementara itu, anggota TP PKK Kepulauan Seribu, Fauziah (49), mengapresiasi semangat para anggota KWT dalam mengembangkan pertanian urban di Pulau Pramuka.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan semakin banyak warga yang tertarik untuk bercocok tanam demi ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama," kata dia.

Sebelumnya, Sudin KPKP Kepulauan Seribu mendorong petani di daerah setempat mendukung program ketahanan pangan dengan melakukan penanaman tanaman pangan.

“Kami melakukan pendampingan petani dalam teknik budidaya tanaman pangan, seperti kembang kol, cabai, sayuran kangkung yang baik,“ kata Nurliati.

Selain itu, petani diberikan edukasi soal penggunaan pupuk yang tepat, serta pengendalian hama dan penyakit sehingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik serta memiliki hasil produksi optimal.

“Pemerintah daerah terus berupaya menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.