- Home
-
- Megapolitan
-
- Antisipasi Cuaca Ekstrem, ...
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Kembali Lakukan Modifikasi Cuaca
Minggu, 16 Feb 2025, 09:45 WIBJAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi berupa cuaca ekstrem.
âLangkah ini diambil sebagai upaya merespons potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada periode waktu tersebutâ, kata Juru Bicara OMC Tahun 2025 sekaligus Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Michael Sitanggang dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/2).
Michael menjelaskan, pelaksanaan OMC pada hari pertama, Jumat (14/2) telah dilakukan sebanyak dua sorti penerbangan dan menggunakan bahan semai sebanyak 1.600 kilogram (kg) garam (NaCl).
Misi operasi pada hari pertama menargetkan wilayah sasaran penyemaian di sekitar Selat Sunda dan Barat Laut Jakarta pada sorti 1. "Sedangkan pada sorti 2 menyasar pada wilayah target Barat Daya Jakarta," katanya.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI).
Supervisi Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Fikri Nur Muhammad menyatakan, pada dasarian II Februari 2025 terdapat pertumbuhan awan lebih dari 70 persen merata di wilayah Jawa bagian barat termasuk DKI Jakarta.
Pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat secara umum memiliki potensi tinggi. "Prediksi kelembaban udara di setiap lapisannya cukup lembab mencapai 90 persen," katanya.
Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengapresiasi kolaborasi pada OMC 2025 yang berhasil mengurangi curah hujan di Jakarta.
Berdasarkan data BMKG, kegiatan OMC kali ini berhasil menurunkan curah hujan 56 hingga 64 persen. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus berupaya dalam mengurangi risiko bencana bagi masyarakat.
"Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi guna melindungi masyarakat dari risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang," kata Teguh di Jakarta, Senin (10/2).
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kemenhub Mulai Bahas RUU Sistranas Jadi Payung Hukum Transportasi Nasiona
-
Kuba Rugi 8 Miliar Dollar AS akibat Embargo, Rakyat Menderita Krisis Listrik
-
Gubernur Andra Soni Bangga 19 Warga Banten Terpilih Jadi Hakim MTQ Nasional 2026 di Semarang
-
Jatim Gelar Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten
-
Jakarta Diprakirakan Berpotensi Hujan pada Rabu (9/9) Sore
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Polri dan Basarnas Maksimalkan Operasi Pencarian 7 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.