Karang Mampu Melawan Pemutihan Akibat Pemanasan Air Laut
📅 Jumat, 14 Feb 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: afp/ DAVID GRAY
Kebanyakan karang tidak dapat berpindah lokasi, tetapi mereka menemukan cara untuk melawan peningkatan panas air laut. Beberapa karang melawan pemutihan, karena adanya spesiae alga baru yang dapat beradaptasi yang tumbuh di dalamnya.
Jauh di bawah Samudra Pasifik tropis bagian timur terdapat bentang alam terumbu karang bergelombang yang memukau yang diwarnai oleh alga fotosintetik, yang menjadi sumber energi bagi karang.

Foto: afp/ DAVID GRAY
Namun pada awal tahun 1980-an, gelombang panas perairan yang disebabkan oleh fenomena iklim El Niño menyebabkan peristiwa pemutihan massal yang memecahkan rekor. Hal itu mengubah lebih dari 90 persen karang ini menjadi putih pucat dan tak bernyawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemutihan karang terjadi karena alga yang telah tumbuh subur di dalam inang karang selama jutaan tahun tidak tahan lagi untuk hidup di dalamnya. Peristiwa ini merupakan respons stres utama karang, yang menyebabkan karang mengeluarkan alga simbionnya, berubah warna menjadi pucat dan terkadang mati.
Peristiwa El Niño yang kuat menghangatkan perairan Pasifik yang sama pada akhir tahun 1990-an dan sekali lagi pada tahun 2015–2016, tetapi para ilmuwan memperhatikan bahwa gelombang panas ini tidak memengaruhi terumbu karang seburuk yang pertama.
Menyelam setelah kejadian terakhir, ahli biologi kelautan Universitas Miami Ana Palacio melihat bahwa beberapa karang tampak melawan atau pulih dari pemutihan. Menurut Palacio hal itu diduga karena karang-karang itu telah menemukan cara untuk beradaptasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak karang dewasa terikat pada terumbu yang mereka bangun. Berenang ke perairan yang lebih dingin bukanlah pilihan, membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan iklim. Namun karang juga tangguh, dan para ilmuwan menemukan bagaimana mereka beradaptasi. Beberapa karang mengganti alga penghuninya dengan spesies yang lebih tahan panas.
Yang lain dapat menggunakan deretan rambut kecil di tubuh mereka untuk “mengepalkan” kelebihan oksigen berbahaya yang dilepaskan oleh alga yang stres. Dan karang bayi tertentu memodifikasi metabolisme mereka sendiri untuk menahan air yang menghangat.
Para ilmuwan berharap untuk menggunakan adaptasi alami tersebut dalam upaya untuk melestarikan jangkar ekosistem yang penting ini. Ketika Palacio dan timnya meneliti terumbu karang setelah gelombang panas yang terjadi pada 2015–2016.
Dari hasil penelitian mereka menemukan bahwa karang tertentu yang kemudian disebut Pocillopora, merupakan spesies pembentuk terumbu utama di Pasifik tropis bagian timur tampaknya telah mengeluarkan alga yang biasanya hidup di dalamnya. Selain itu juga menerima spesies lain yang lebih toleran terhadap panas.

Foto: afp/ Lillian SUWANRUMPHA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!