Pendanaan Negara Harus Lebih Efektif Dorong Pertumbuhan

Kamis, 13 Feb 2025, 01:15 WIB

JAKARTA - Asosiasi CEO, Pemimpin Bisnis dan Industri Indonesia atau Indonesian Business Council (IBC) menyatakan efisiensi anggaran pemerintah bukan menjadi suatu hambatan dalam memajukan perekonomian nasional sehingga target pertumbuhan 8 persen tetap bisa diwujudkan.

Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid di Jakarta, Rabu (12/2) mengatakan dengan diterapkan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, justru membuat pendanaan yang dimiliki negara lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan.

Ket. Foto: Pastikan setiap kebijakan efisiensi tetap mendukung investasi dan konsumsi domestik sebagai faktor utama pertumbuhan ekonomi. — Sumber: antara

“Efisiensi itu kan kalau lebih efisien lebih baik. Ini kan hanya bagaimana menargetkan anggaran supaya mana yang bisa men-drive growth,” katanya.

Ia mengatakan bahwa efisiensi yang dilakukan Presiden tak harus selalu dipandang negatif, melainkan hal itu akan membantu alokasi anggaran yang lebih efektif. Justru efisiensi tersebut, bisa dimanfaatkan oleh pengusaha dalam negeri untuk melakukan ekspansi bisnis dan ikut andil dalam memajukan ekonomi nasional.

Hal itu bisa terjadi karena Pemerintah kini membuka peluang bisnis investasi yang besar bagi swasta di berbagai sektor. Seperti halnya pembangunan infrastruktur, swasembada pangan, serta diikutsertakan dalam program makan bergizi gratis (MBG).

“Dengan Pemerintah memberikan ruang untuk swasta, menurut saya sangat positif,” katanya.

Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, Presiden Prabowo Subianto meminta penghematan anggaran hingga 306,69 triliun rupiah. Sementara, untuk belanja kementerian/lembaga (K/L), Presiden Prabowo memerintahkan efisiensi sebesar 256,1 triliun rupiah.

Menanggapi kebijakan tersebut, pengamat ekonomi dari UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengatakan optimisme terhadap efektivitas alokasi dana memang perlu diapresiasi, namun efisiensi anggaran juga memiliki risiko jika tidak dikelola dengan baik.

“Efisiensi anggaran ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, jika dilakukan dengan perencanaan matang, efisiensi dapat membuat pendanaan negara lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain, jika efisiensi dilakukan secara sembrono, justru dapat menimbulkan ketidakpastian dalam pertumbuhan ekonomi,” kata Achmad.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penerapan kebijakan efisiensi anggaran. Tanpa pengawasan yang ketat, efisiensi justru bisa menghambat sektor-sektor strategis yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Sebagai langkah antisipatif, Achmad merekomendasikan agar pemerintah memastikan setiap kebijakan efisiensi tetap mendukung investasi dan konsumsi domestik yang menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, target pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan tetap dapat diwujudkan tanpa menimbulkan risiko bagi stabilitas ekonomi nasional.

Terobosan Penting

Profesor Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat mengatakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah merupakan terobosan penting dan strategis demi menjaga stabilitas anggaran. “Ini mencerminkan keberanian pemerintah menata tata kelola fiskal,”kata Rosdiana.

Efisiensi katanya memang harus dilakukan Pemerintah karena sangat penting untuk mendukung program program prioritas pemerintah yang diutamakan Presiden seperti halnya program MBG,” kata Rosdiana.

Sementara itu, pengamat ekonomi Salamudin Daeng mengatakan efisiensi adalah cara untuk bisa keluar dari goverment budget shutdown. “Jangan boros” harus menjadi sebuah paradigma baru yang perlu diselami oleh para birokrasi pemerintahan dan pelaku ekonomi.

Dia juga mendorong agar anggota kabinet lebih hati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik karena sedari awal cara komunikasi Pemerintah salah yakni mengunakan pemotongan atau penghematan anggaran.

Pernyataan tersebut dipandang oleh pasar sebagai pernyataan krisis atau resesi. “Pernyataan semacam ini berbeda sama sekali maknanya dengan pernyataan pemerintah untuk mengurangi atau menghilangkan korupsi APBN,” katanya.

Pemerintah jelasnya harus meyakinkan publik dan internasional bahwa akan menaikkan belanja seperti perusahaan-perusahan setiap tahun yang mengumumkan kenaikan capital expenditure (capex) untuk menambah kepercayaan masyarakat dan investor.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.