Sentimen Global Menggoyang, Seberapa Kuat Daya Tarik Investasi RI?

Rabu, 12 Feb 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Dinamika politik dan situasi global masih menjadi faktor krusial dalam menentukan daya tarik Indonesia bagi investor asing. Pasalnya, porsi asing dalam struktur investasi di pasar modal dalam negeri masih sangat besar.

“Sekitar 30-45 persen investor di Indonesia itu merupakan investor asing. Jadi dinamika politik dan situasi global akan menentukan,” kata Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana dalam konferensi pers Mandiri Investment Forum (MIF) 2025.

Ket. Foto: Oki Ramadhana Direktur Utama Mandiri Sekuritas - Sekitar 30-45 persen investor di Indonesia itu merupakan investor asing. Jadi dinamika politik dan situasi global akan menentukan. — Sumber: istimewa

Meski demikian, dia menilai saat ini fundamental perusahaan-perusahaan dalam negeri masih solid di tengah ketidakpastian global. Salah satu faktor utama yang dapat menjaga kepercayaan investor adalah growth story atau prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan Indonesia.

Karena itu, sangat penting bagaimana perusahaan menyampaikan growth story masing-masing ke depannya. Hal ini akan menjadi alasan kuat bagi investor untuk tetap berinvestasi di Indonesia. “Ini juga selaras dengan target pertumbuhan (ekonomi) Presiden 8 persen,” jelasnya.

Selain itu, dia menyampaikan para investor tengah mencari peluang investasi yang sejalan dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional. “Jadi para investor itu sedang melihat peluang-peluang, opportunity baik itu organik atau inorganik bagi perusahaan-perusahaan yang sejalan dengan agenda-agenda negara. Jadi itu yang kita lihat,” tutur Oki.

Karena itu, penting bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk terus memperkuat daya saing dan strategi ekspansi mereka guna menarik lebih banyak modal asing.

Adapun, total dana kelolaan para investor yang hadir pada Mandiri Investment Forum (MIF) 2025 mencapai 18,65 triliun dollar AS, jauh lebih tinggi dari dana dana kelolaan investor pada MIF tahun lalu sebesar 14 triliun dollar AS.

Sebelumnya, Chief Economist and Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun ini terdampak oleh berbagai sentimen dari tingkat global. Sentimen tersebut meliputi konflik dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Kemudian, lanjutnya, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang kemungkinan akan menyebabkan inflasi AS meningkat, sehingga menyebabkan The Fed akan sulit menurunkan Fed Funds Rate (FFR). Dia melanjutkan IHSG juga terdampak sentimen adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama Tiongkok, ditambah mata uang dollar AS yang tetap bertahan kuat dibandingkan mata uang negara lain.

Momentum Solid

Lebih lanjut, dari sisi makroekonomi, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif kuat di tengah perlambatan ekonomi global. "Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid, didukung oleh kebijakan fiskal yang ekspansif, stabilitas inflasi, serta kinerja ekspor yang tetap positif di beberapa sektor unggulan. Kami juga melihat potensi perbaikan investasi seiring dengan tren pemangkasan suku bunga global," kata Andry.

Dirinya menjelaskan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral di berbagai negara dapat menjadi katalis bagi peningkatan aliran modal ke Indonesia. Namun, tantangan dari volatilitas pasar global tetap perlu diantisipasi.

Terlepas dari tantangan global, ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2024 tercatat sebesar 5,03 persen, tetap kompetitif dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.